HUT RI 76

DPR Tolak Anggaran EBT, Begini Tanggapan Mantan Menteri ESDM Sudirman Said

Sejumlah pihak mempertanyakan terkait penolakan anggatan energi baru terbarukan (EBT) oleh DPR-RI. Pasalnya setelah mendapat pengurangan anggaran dari Rp 2 triliun menjadi Rp 1,1 triliun dari Kementrian Keuangan kini anggaran itu juga ditolak legislator senayan.

Awalnya kata Mantan orang pertama di Kementerian ESDM, Sudirman Said untuk memaksimalkan program energi baru terbarukan (EBT) sudah mematok diangka Rp 2 triliun.

Namun karena sejumlah alasan, Kementrian Keuangan mengurangi jumlah anggaran itu menjadi Rp 1,1 triliun, kata Sudirman Said saat menjadi pembicara pada diskusi ketahanan energi yang diselenggarakan Sinergi Bakti Nusantara dan Kenta Institue di Universitas Gajah Mada (UGM), Jakarta, Sabtu (24/9).

Program EBT menurutnya tidak berjalan mulus karena setelah dikurangi dari Kemenkeu Badan Anggaran (Banggar) DPR) juga mangambil langkah menolak.

Sudirman menyampaikan alasan yang muncul adalah skema subsidi tidak cocok dengan rencana tersebut.

“Sikap politik kawan-kawan kita di DPR ini seperti melihat bahwa ini hal yang tidak penting. Jadi orientasi pada pembangunan riil capacity, pada pembangunan aspek strategis, pembangunan kapasitas nasional itu sangat rendah. Dan itu berakibat daya saing kita makin hari makin lemah,” jelas Sudirman.

Sementara menurut mantan Direktur Utama PT PLN Persero, Nur Pamudji yang masih belum paham alasan penolakan yang dikemukakan oleh para anggota dewan.

“Saya belum membaca alasan, sehingga sulit untuk diperdebatkan,” ujar Nur

Seharusnya EBT yang menjadi energi masa depan di Indonesia, sebab minyak, gas serta batubara itu akan habis. Pemerintah harus mencari upaya pengembangan produksi EBT.

“Energi yang kita pakai sekarang itu akan habis, maka pelu energi baru terbarukan untuk masa depan,” tandasnya. (shelli)

Disarankan
Click To Comments