HUT RI 76

Dilaporkan ke Bawaslu Banten, Rano Terancam Kena ‘Dis’ Peserta Pilkada

Peta politik Pilkada Banten 2017 bisa saja berubah, pasalnya Rano Karno terancam terdiskualifikasi buntut atas pelaporan kuasa hukum Wahidin Halim ke Badan Pengawas Pemilu terkait dugaan penyalahgunaan wewenang.

“Jika terbukti melakukan pelanggaran, Rano Karno bisa terancam dicoret oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten dari pencalonannya. Karena kami langsung bergerak cepat melaporkan dugaan pelanggaran ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten, kata Ismail Fahmi kuasa hukum Wahidin Halim, melalui telpon selurer pada Senin (26/9).

Bukti Pelaporan ke Bawaslu Banten dengan Nomor 04/LP/PIL-GWB/IX/2016 pukul 15:00 WIB, Jumat (23/9/2016) pekan lalu.

Ismail Fahmi menyebut Rano diduga telah memanfaatkan posisi jabatannya dan melakukan kampanye terselebung. Maka dari itu semua pihak terutama penyelenggara dan pengawas pemilu harus bisa menyikapi persoalan ini dengan jernih supaya menghasilkan Pilkada sehat.

Ismail Fahmi beralasan karena petahana diduga sengaja menggelar acara Silaturahmi Gubernur Banten Rano Karno dengan Sekolah Adiwiyata dan penyerahan beasiswa tingkat SMA/SMK yang berlangsung di SMAN 6 Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Selasa (20/9/2016) lalu.

Dalam acara tersebut kata pria berkepala plontos ini menegaskan, guru, PNS dan murid yang hadir diharuskan memakai kaos bergambar Rano yang dibagikan pihak sekolah dan sebelumnya sudah disiapkan panitia dari pemprov Banten.

“Ini sama juga mengarahkan para PNS dan birokrasi yang ada, dalam ketentuan penyelenggaran pemilu hal ini sangat dilarang,” ucapnya menegaskan.

Ismail melanjutkan, Rano Karno sebagai Gubernur Banten secara simbolis menyerahkan bantuan siswa miskin berprestasi jenjang SD sampai SMA se-Banten dengan total bantuan sebesar Rp 11 Miliar.

Selain itu dalam acara yang sama diserahkan pula bantuan kepada sekolah Adiwiyata yang menuju tingkat nasional.

Ia mengungkapkan pihaknya juga telah melaporkan juga 17 pejabat yang diduga ikut terlibat dalam kegiatan yang sarat dengan nuansa politik kepentingan keberpihakan salahseorang calon tersebut.

“Kami sudah siapkan bukti-buktinya termasuk saksi-saksi. Apalagi dalam kegitan itu disadari atau tidak mereka melibatkan usia dibawah 18 tahun,” kata Fahmi.

Disebutkan, ke-17 pejabat yang dilaporkan, diantaranya, Gubernur Banten Rano Karno, Kepala BLHD Banten, Kepala Dinas Pendidikan Banten, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banten, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banten, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banten, Kepala Satpol PP banten, Kepala Biro Umum Setda Banten, Kepala Biro Humas Setda Banten, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Camat Tigaraksa, Kepala SMA 6 Tigaraksa, Para kepala SDN Se-Kecamatan Tigaraksa, para kepala SLTP/SMP Negeri se-Kecamatan Tigaraksa, para kepala SLTA/SMA Negeri se-Kecamatan Tigaraksa.

Ia juga menyebut bahwa semua kebutuhan logistik untuk mendukung acara seperti kaos, snack , buah, spanduk, panggung, baligho, dan sebagainya didatangkan dari SKPD provinsi Banten, dibagikan oleh kepala sekolah yang sebelumnya sudah didistribusikan oleh pihak Pemrov Banten.

“Undang-undang RI Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 71 Ayat 1 dan 3 disebutkan adanya penggunaan kewenangan program dan/atau kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih yang sesungguhnya merupakan perbuatan terlarang. Karena sudah jelas diatur, jadi jangan main-main dengan persoalan ini,” ungkapnya.

Sementara Rano karno sendiri menilai bahwa kegiatan yang dilakukannya karena saat itu dirinya belum tentu di calonkan sebagai gubenur Banten dari PDI-P.

Begitu juga dengan pasangan calon ia mengaku belum juga mendapatkan nama wakilnya dalam Pilkada Banten ini. “Siapa saja bisa melakukan ini, apalagi saya saat ini belum juga direkomendasikan oleh PDI-P. Pasangan (wakil gubernur) saja belum ada,” kata Rano saat itu dilokasi acara, Selasa (20/9/2016) lalu.

Menanggapi kegiatan bernuansa politis yang dipusatkan di Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Teteng Jumara menyesalkan jika sekolah dijadikan tempat kampanye.

Menurut Teteng, acara tersebut seharusnya hanya memberikan penghargaan sekolah Adiwiyata dan bea siswa tingkat SMA dan SMK, dan tidak dijadikan kampanye oleh salah satu calon Gubernur.

“Acara ini, dalam rangka pemberian penghargaan sekolah Adiwiyata dari BLHD, saya tidak tahu kalau soal kostum yang dibagikan,” jelas Teteng beberapa waktu lalu.

Teteng juga menjelaskan, bahwa kehadirannya dalam acara tersebut hanya ikatan dinas dan tidak ada maksud lain. “Saya menghormati Gubernurnya, bukan calon Gubernurnya, soal kostum yang dibagikan itu dari provinsi, saya hanya undangan jadi tidak tahu,” ujar Teteng.

Teteng mengaku sangat menyayangkan, sekolah sebagai sarana pendidikan yang seharusnya netral, dijadikan ajang yang diduga dimanfaatkan untuk tempat kampanye oleh salah satu Calon Gubernur.

“Ya, saya sangat menyayangkan, sekolah itu netral, kami juga sangat menyayangkan dengan adanya kostum seperti itu, yang dapat mempengaruhi siswa di sekolah,” jelasnya.

Kepala SMAN 6 Tigaraksa Usep Kumara selaku tuan rumah mengaku bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut pihaknya hanya diminta untuk menjadi tuan rumah, sedangkan untuk kepanitiaan sepenuhnya dilaksanakan oleh BLHD Provinsi Banten.
“Kita tidak bisa memberikan klarifikasi apapun mas, karena kita cuma ketempatan aja semuanya BLHD coba aja ke mereka (BLHD),” kata Usep.

Terkait kaos bergambar RK yang dipakai peserta dalam kegiatan tersebut, salah seorang Kepala sekolah yang hadir mengungkapkan bahwa kaos tersebut sudah dikirimkan 3 hari sebelumnya oleh penyelenggaraa acara. Ia juga mengaku terpaksa mengenakan kaos bergambar RK tersebut kendati ia mengetahui dirinya dijadikan objek kampanye salah satu bakal calon gubernur Banten.

“Ini sih kita dijadiin ‘kambing politik praktis’, tapi ya namanya juga bawahan mana bisa kita menolak, yang ada kita cuma bisa nurut manut aja,” ungkapnya. (wahyudi)

Disarankan
Click To Comments