Tempat Hiburan Malam Tangsel Disebut Banyak Langgar Aturan

Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Kepariwisataan tak sepenuhnya ditegakkan. Buktinya, masih banyak tempat hiburan malam yang melanggar jam operasional.

Menyoal itu, Lembaga Tangerang Raya Instittute (Trains) menyebut pihak yang berwenang dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan mandul dalam penegakan Perda.

Koordinator Divisi Investigasi dan Pengawasan Trains, Eka Januar Prasetyo Kamis (29/9/2016) mengatakan, bahwa sejak beberapa bulan belakangan ini dirinya tengah melakukan investigasi secara langsung di tempat hiburan malam (karaoke.red) di kota bermottokan C-mor (Cerdas, Modern dan Religius) tersebut.

Hasilnya, kata dia, sebagian besar tempat hiburan yang ada di wilayah Tangerang Selatan mengabaikan pemberlakuan jam operasional.

“Ya, memang sudah jelas dan tegas bahwa Perda no 5/2012 tentang penyelenggaraan kepariwisataan. Bahwa tempat hiburan malam khususnya dalam jenis hiburan karaoke hanya boleh buka hingga pukul 01.00 WIB. Tapi, saya cek di beberapa lokasi, seperti Matador, The First dan Vennesia buka hingga pukul 03.00 WIB,” ujar Prasetyo

Lemahnya penegakkan dan penindakkan Pelanggaran Perda di Kota Tangsel, kata Pras, belum sepenuhnya dijalankan secara maksimal dan optimal oleh Satpol PP setempat.

“Seharusnya, peraturan itu dijalankan dan dipatuhi oleh para pemilik tempat hiburan malam tanpa kecuali. Satpol PP juga selaku penegak Perda memberikan pengawasan dan melakukan upaya pencegahan sebelum terjadinya gejolak permasalahan, tapi ini mah aneh, Satpol PP seakan tutup mata dan seolah tidak tahu,” sambungnya.

“Saya harap, Satpol PP Kota Tangsel bisa lebih sigap melihat segala persoalan yang menjadi tanggungjawabnya yang dalam hal ini selaku penegak Perda,” pungkasnya. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah