Pemkab Bekasi Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Pilkada Banten, Petahana Rano Berjuang Sendiri

0

Pilkada Banten, Petahana Rano Berjuang Sendiri

Oleh: Ahlan Zulfakhri

 

Setelah lambat menentukan pasangan nampaknya Banten tidak menjadi prioritas oleh PDIP. Hal tersebut terlihat ketika bagaimana sorotan media tertuju semua kepada Ahok-Djarot sebagai Cagub dan Cawagub yang diusung oleh PDI-P untuk Pilgub DKI Jakarta mendatang.

Berbeda dengan pengumuman ketika Rano mengumumkan pasangannya yakni Embay Mulyana Syarief, hiruk pikuk media tidak mengarah kepada dua pasangan tersebut. Tentunya dalam sebuah pertarungan politik dukungan dari berbagai elemen sangat penting dan memiliki pengaruh cukup kuat terutama terhadap mentalitas kontestan serta anggapan para calon pemilih.

Tidak hadirnya megawati pada saat pendaftaran Rano-Embay ke KPUD Banten menunjukan bahwa pertarungan Pilkada Banten tidak menjadi prioritas PDIP. Berbeda dengan ketika Ahok-Djarot mendaftar, Megawati sebagai ketua partai pemenang pemilu 2014 PDIP langsung mendampingi pendaftaran ke KPUD DKI Jakarta.

Jika melihat hal ini PDIP terlihat sangat memfokuskan diri untuk berjuang memenangkan Pilgub DKI Jakarta. Tentunya hal tersebut bukan tanpa alasan, karena diindikasikan pertempuran DKI Jakarta merupakan pertempuran yang akan menentukan pada pilpres 2019 mendatang.

Menurunnya suara Ahok-Djarot di Jakarta setelah deklarasi Agus-Silviana dan Anis-Sandiaga menambah beban bagi PDIP yang menargetkan menjadi pemenang di DKI Jakarta. Setelah hampir setengah tahun peta pilgub Jakarta tidak jelas siapa lawan Ahok, lantas dikejutkan dengan munculnya dua pasangan yang langsung mendegradasi suara Ahok.

Faktor Jakarta menjadi sangat kuat pada pilkada Banten kali ini, karena jelas terlihat bahwa semua media saat ini menyorot ibu kota Jakarta dan melupakan Banten. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Rano Karno sebagai petahana yang seolah tidak didukung penuh dengan kekuatan PDIP yang ada di Banten. Padahal lawan yang dihadapi dalam pilkada Banten adalah pasangan yang cukup kuat yakni Wahidin-Andika.

Kedepan konstelasi politik Jakarta akan sangat berpengaruh terhadap Banten, karena dengan terus menurunnya suara Ahok-Djarot tentunya PDIP akan terus menambah kekuatannya. Analisisnya adalah irisan Banten dan Jakarta akan sangat membawa efek kepada pasangan yang diusung, seolah ada yang di anak tirikan oleh oleh PDIP padahal Ahok dan Rano sama-sama petahana.

Ini menjadi menarik dibahas karena posisi PDIP sebagai pemenang 2014 akan diuji soliditasnya dalam memenangkan Pilgub terdekat, bisa jadi Banten dan Jakarta menjadi indikator suara PDIP pada pemilu 2019 mendatang.

Penulis: Ahlan Zulfakhri (Leader of Tangerang Vision)

PDAM Tirta Benteng
Baca Berita Lainnya

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

adipiscing felis velit, nunc neque. tristique sed dictum ut