BPJS dan Dinsos Kota Tangerang Pingpong Pengguna KIS

Persoalan kesehatan masih menjadi kendala di Kota Tangerang, masyarakat dipingpong. BPJS, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang masih saling lempar tanggung jawab, kasusnya menimpa Mahdiah (50) warga asal Pabuaran Tumpeng, Karawaci, Kota Tangerang.

Pasalnya ketika ia hendak berobat namanya tidak lagi terdaftar sebagai peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS). Mahdiah mengeluhkan persoalan pelayanan kesehatan dirinya, karena untuk mendapatkan haknya saja proses pengurusannya harus melewati birokrasi yang sulit.

Persoalan itu berawal ketika Mahdiah mengetahui KIS miliknya tidak lagi terdaftar ketika ia hendak berobat ke Puskesmas Paburan Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

“Kalau kata petugas Puskesmas nama saya tidak terdaftar sebagai peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan) Pemerintah,” kata Mahdiah, Selasa (11/10) kemarin.

Saat itu menurutnya petugas Puskesmas menyarankan menanyakan persoalan itu ke BPJS Kota Tangerang. “Saya minta tolong ke anak saya untuk menanyakan informasi tersebut. namun pihak BPJS mengklaim ada dua kemungkinan persoalan ini terjadi.”

“Alasan yang dikemukakan pihak BPJS, pertama karena saya dianggap sudah berkategori masyarakat mampu, jadi tidak berhak lagi mendapat layanan KIS. Kedua karena KIS miliknya disebutkan terdaftar ganda satu terdaftar di KIS pemerintah satu lagi terdaftar di BPJS pribadi,” ujarnya menegaskan.

Dalam kesempatan itu Mahdia mengaku bahwa tidak ada satupun dari pihak keluarga yang mendaftarkannya sebagai peserta BPJS pribadi. Padahal saat ini ia juga mengaku sangat mebutuhkan layanan kesehatan tersebut untuk penyakit yang dideritanya.

“Kalau dianggap sudah mampu terus dicabut seharusnya ada pemberitahuan, buat apa saya dikasih KIS kalau pas mau digunakan gak aktif,” ucapnya.

Lebih lanjut Mahdiah mengungkapkan, selain mendapat informasi bahwa KIS nya bermasalah. Pihak BPJS menyarankan supaya keluarga mencari informasi kembali ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang.

Namun sesampainya di Kantor Dinsos, anak saya malah mendapat pelayanan yang tidak menyenangkan. “Jangan nanya ke saya (Dinsos, red). Persoalan ini ada di pihak BPJS Kota Tangerang,” kata Mahdiah menirukan laporan anaknya.

Saat diberitahukan bahwa kedatangannya merupakan atas arahan BPJS, pihak Dinsos beralasan komputernya sedang rusak dengan nada yang kasar.

“Perkataan mereka kasar mas bukan hanya ke saya saja, tetapi perlakuan ke masyarakat yang saat itu datang ke Dinsos juga sama,” tutur Mahdiah.

Sayangnya saat itu menurut Mahdiah anaknya tidak hafal nama petugas Dinsos tersebut. “Anak saya hanya menyebutkan bahwa ciri pria tersebut berkacamata tebal,” ucapnya menegaskan.

Sementara itu, Kuncoro Kepala Puskesmas Pabuaran Tumpeng saat di konfirmasi Pena Merdeka mengatakan, pihaknya sudah menanyakan persoalan tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang.

“KIS atas nama Ibu Mahdiah sudah di non aktifkan mas, karena memiliki NIK ganda dengan jenis peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Jadi ia (Mahdiah) terdaftar double peserta pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN),” ucap Kuncoro, Rabu (12/10).

Menurut Kuncoro, kartu yang aktif terdaftar dimiliki Mahdiah tercantum di Puskesmas Bugel, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Dan nomor registrasinya tercantum. Ia mengatakan bahwa informasi tersebut dari Dinkes yang disampaikan oleh BPJS Kota Tangerang.

Maka dari itu Kuncoro menyarankan kepada pihak terkait (Mahdiah), mendatangi BPJS Kota Tangerang kembali lantaran pihak Puskesmas hanya sebagai ‘user’saja. Informasi dan pengolahan data ada di BPJS Kota Tangerang. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah