Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Kenaikan Tarif Tol, CBA Menekankan Perubahan Manajemen Pelayanan Tol Jakarta Cikampek

0 75

Jalan Tol Jakarta Cikampek akan menyesuaikan tarif atau menaikan harga tiket tol. Tetapi Center For Budget Analysis (CBA) menilai bahwa sebelum dikenakan kenaikan tarif, seharusnya ada pembenahan sektor manajemen dan pelayanan pengguna jasa jalan tol.

Alasan kenaikan tarif tol ini diketahui sesuai perintah Undang-undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu setiap dua tahun operator jalan tol seperti Jasa Marga berhak menaikan tarif tersebut.

“Untuk itu, kami dari Center For Budget Analysis (CBA) minta kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) atau Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dapat segera membatalkan kenaikan tarif tol ini,” kata Uchok Sky Khadafi Direktur CBA dalam keterangan rilis kepada Pena Merdeka, Rabu (19/10).

Pasalnya kata Uchok hal ini disebabkan lantaran bakal membebani anggaran transportasi rakyat.

Kemudian ia melanjutkan kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek tidak dibarengi dengan peningkatan pelayanan kepada pengguna jalan tol yang dilakukan oleh Jasa Marga sebagai operator jalan tol.

“Semboyan mewujudkan jalan tol yang Lancar, Aman dan Nyaman bukan hanya jadi simbol pelayanan,” kata Uchok.

Uchok kembali menegaskan, langkah-langkah yang menyentuh pengguna jalan tol mutlak harus direalisasikan oleh Jajaran Direksi Jasa Marga. Direksi harus memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan agar operasional jalan tol lebih baik termasuk turun dan mengecek sendiri kondisi lapangan.

Kebutuhan anggaran pemeliharaan harus dipenuhi, sehingga slogan-slogan pelayanan jalan tol dapat dirasakan oleh pengguna jalan.

“Tidak melulu disuguhi dengan pemandangan yang kumuh, sarana operasional jalan tol yang bisa dibilang jauh dari modern, dan layanan jalan tol yg dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna jalan tol,” tegas Uchok.

Maka untuk itu, kami dari CBA menyatakan, sebelum kenaikan tarif tol, akan lebih baik dibenahi dulu struktur posisi direktur pada jajaran jasa marga. “Masa struktur direktur jasa marga, orangnya itu itu saja,” ujarnya menuturkan.

“Orang orang lama seperti muhammad Najib Fauzan, dan Hasanuddin, seharusnya dicopot dulu oleh Presiden Jokowi dari jajaran direksi PT. Jasa marga agar perusahaan BUMN plat merah ini bisa maju dalam pelayanan, dan penerimaan untuk negara bisa meningkat,” kata Uchok.

Kedepan harapannya PT. Jasa marga lebih maju, dan bisa melayani publik dengan baik, bisa jadi nanti perusahaan itu hanya mengandalkan sebuah mimpi pada siang hari kalau hanya ada pergantian pada direktur utama dari Adityawarman kepada Desi Arryani tanpa ada pergantian pada jajaran direksi.

“Kalau orang orang lama,atau para direksi direksi ini tetap dipertahankan pada jajaran direksi PT. Jasa Marga maka akan terjadi penurunan penerimaan negara dari PT. Jasa marga. Hal ini sudah terjadi pada penerimaan negara dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami penurunan yang janggal,” ujarnya.

Coba lihat saja, bagian pemerintah dari PT. Jasa marga pada tahun 2014, sampai sebesar Rp.374.168.844.000. Dan pada tahun 2015, bagian untuk pemerintah mengalami penurunan sebesar Rp.30.328.816000. Dimana pada tahun 2015, bagian pemerintah yang diberikan kepada Jasa Marga, hanya sebesar Rp.343.840.028.000. (redaksi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...