Menuju Smart City Calon Sekda Tangsel Pantang Gaptek

Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang saat ini tengah mengikuti seleksi diminta untuk tidak gagap teknologi (gaptek). Alasannya, pengetahuan soal teknologi penting mengingat Tangsel tengah menuju smart city.

Selain itu dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dijelaskan soal inovasi teknologi. Artinya sumber daya manusia yang ada di jajaran Pemkot Tangerang Selatan pantang gagap menghadapi era globalisasi.

“Kebijakan walikota periode kedua mengedepankan teknologi informatika. Jika calon sekda gaptek, itu sama dengan tidak sejalan dengan keiinginan walikota. Saya menyarankan yang menjadi sekda harus paham teknologi,” kata anggota Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Tangsel Arief Wahyudi, saat ditemui di sebuah acara, di Serpong, Jumat (21/10).

Arief pun meminta agar seleksi nanti, panitia lebih mengedepankan asas soal teknologi. Misalkan konsep teknologi yang ingin diemban jika terpilih menjadi sekda. Harus jelas dan bisa diimplementasikan. Jangan malah sekda nanti bingung ketika bicara teknologi.

“Tangsel kan sedang berkembang ke arah kota cerdas. Jangan sampai sekdanya bingung mengikuti perkembangan teknologi,” imbuhnya.
Ditanya siapa tiga calon yang gaptek, Arief enggan menjawabnya. Biarkan tim seleksi yang melihat kemampuan calon sekda soal teknologi. Bila ia berkomentar nanti dikira memihak salah satu calon.

“Pas tes nanti juga kelihatan siapa yang paham soal teknologi dan tidak. Nanti kan keluar nilainya para calon. Itu yang harus dijadikan acuan,” katanya.

Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Sri Setiawati mengatakan, kemampuan teknologi memang harus dimiliki calon sekda. Ini sejalan dengan motto Kota Tangsel, cerdas, modern, dan religius. Bila ini dipunyai tentunya akan berimbas kepada jajarannya.

“Mengerti soal teknologi memang jadi salah satu yang akan diuji saat seleksi sekda ini. Itu hal yang dasar buat Kota Tangsel yang saat ini tengah berkembang. Wajib mengerti, tidak boleh gagap teknologi,” kata Sri yang juga Kepala Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek).

Selain paham teknologi, calon sekda juga pastinya memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Juga harus bisa merangkul jajarannya. Kemampuan komunikasi penting dalam hal bagaimana program pemkot diimplementasikan untuk ditindaklanjuti anak buahnya.

“Sekda kan setiap hari berkomunikasi, baik dengan walikota, wakil, kepala dinas, hingga anggota dewan. Kalau itu tidak dimiliki, bisa tidak jalan kebijakan walikota,” ungkapnya.

Seleksi sekda saat ini masih berjalan. Ada tiga calon mencoba peruntungan menjadi orang nomor satu di birokrat Kota Tangsel. Yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muhamad, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sukanta dan Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Dadang Sopyan. Ketiga bahkan sudah mengikuti tes kesehatan di RSU Kota Tangsel, beberapa waktu
lalu. (herman)

Disarankan
Click To Comments