Sikap Jokowi Soal Issu Politik Diapresiasi Ulama

Issu demo besar-besaran pada 4 november mendatang sudah santer tersiar. Sementara Pilkada serentak dalam hitungan bulan akan berlangsung pada Febuari 2017, semuanya butuh kondusifitas. Menyikapi peristiwa politik tersebut, kepemimpinan Presiden Joko Widodo disebutkan ulama langkah mantan Walikota Solo itu layak diapresiasi.

Ketua PBNU Said Aqil dalam pertemuan resmi dengan Presiden Jokowi sempat menyampaikan beberapa hal. Said Aqil juga mengapresiasi langkah Jokowi karena terlihat sekali ketika terus mengajak masyarakat Indonesia menjaga persatuan.

“Presiden sudah berupaya mendinginkan suasana di tengah panasnya situasi politik saat ini,” kata Said.

Menurutnya dalam pantauan di media sosial situasi memanas sebetulnya sudah cukup terlihat. Meskipun ia juga berharap bahwa kondisi sesungguhnya tidak akan terjadi.

“Ya panas ya, sepertinya panas. Melalui medsos, melalui Twitter itu kan agak panas ya. Mudah-mudahan sih tidak benar, tidak panas. Mudah-mudahan biasa-biasa saja,” kata Said.

Seperti diketahui pada Selasa (1/11) di Istana Negara Jokowi mengumpulkan ulama dari berbagai organisasi Islam di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar, ingin kehidupan dalam berbangsa bisa berjalan dengan damai demokratis sehingga tidak menimbulkan perpecahan dalam NKRI. Haedar menilai upaya Jokowi untuk mencari solusi atas kondisi bangsa yang sekarang sedang terjadi ini sangat baik.

“Tidak hanya itu (soal demo 4 November) saya pikir, untuk pilkada secara keseluruhan karena Indonesia luas tentu DKI ada di Ibu Kota memerlukan perhatian semua pihak. Tetapi poin kita bagaimana kehidupan politik nasional kita tetap elegan dan bermartabat,” ujar Haedar.

Ketika bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jokowi disebutkan Haedar dapat mengakul seluruh pihak untuk menciptakan perdamaian.

Hal ini dia katakan ketika bersiap menghadapi demonstrasi yang akan dilakukan ratusan ribu umat Islam pada Jumat, 4 November nanti. Pemicunya adalah perkataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait surat Al-Maidah 51 yang dianggap telah melukai perasaan umat Islam.

Dalam pertemuan itu hadir para ulama seperti Ketua MUI Ma’aruf Amin, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, dan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (agus/dbs)

Disarankan
Click To Comments