Naiknya debit air Kali Ledug yang melintasi perumahan Total Persada Periuk Kota Tangerang membuat warga was-was, pasalnya daerah tersebut merupakan salah satu wilayah langganan banjir.

Napsih (45) seorang warga setempat mengaku bahwa wilayahnya memang kerap dilanda banjir, jadi dengan kondisi tersebut membuatnya was-was khawatir banjir datang secara tiba-tiba.

Ia mengkhawatirkan ketika banjir datang ia tidak sempat mnyelamatkan barang-barang yang dimilikinya. Apalagi ia juga mengklaim bahwa barang yang dimilikinya juga rentan rusak terkena air.

Menurutnya lantaran terkadang banjir yang terjadi bukan air yang berasal dari hujan yang turun diKota Tangerang tetapi banjir kiriman yang berasal dari hulu sungai sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang -barangnya.

“Air yang atau banjir yang datang sejatinya bukan dari karena pengaruh hujan lokal dari Kota Tangerang,” ucapnya, Sabtu (11/11).

Tampak dalam pantauan wartawan Pena Merdeka.com debit air mulai naik diperkirakan sekitar satu meter lagi air melewati tanggul yang membatasi antara perumahan total persada dan kali dan untuk jalan umum yang letaknya lebih rendah sudah tergenang air kendaraan Roda dua dan terpaksa harus menerobos genangan tersebut.

Sementara Rudi Hariadi, Camat Periuk, Kota Tangerang, menyebutkan pada pukul 17.00 WIB menjelang Maghrib ia mendapat informasi dari warga yang tergabung dalam grup whatsApp bahwa debit air kali Ledug dan Ci Rarab debit air mulai naik.

Rudi mengklaim telah berkoordinasi dengan beberapa instansi di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ,Dinas Sosial (DINSOS) Dinas Bina Marga dan Sumbrerdaya Air (DBMSDA) Kota Tangerang terkait kesiapan dalam menghadapi banjir. (yuyu)

“Saya sudah menyiapkan tempat untuk meng evakuasi warga kalau memang kondisinya sudah tidak lagi aman dan harus di lakukan evakuasi,” katanya kepada Pena Merdeka.com. (yuyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *