Tokoh ulama Tangsel tidak melarang dan menganjurkan demonstrasi membela Islam jilid III. Mereka harapkan yang ikut unjuk rasa mematuhi prosedur dan menjaga demo berjalan aman, para pendemo tertib dalam melakukan dan aksi berjalan kondusif.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H Saidi berpesan untuk yang berdemonstrasi menciptakan situasi aman dan pendemo tertib penuh dengan kesadaran untuk menjaga kodusifitas. Begitu juga aparat kepolisian yang membantu untuk mengamankan demonstrasi.

”Polisi sama ulama hanya beda satu huruf, kalau polisi menjaga keamanan. Ulama menjaga keimanan. Saya harap demo nanti tidak ada kekisruhan dan berjalan damai,” katanya, saat acara silaturahmi Kapolres Tangsel dengan tokoh agama islam atau ketua ormas Islam Kota Tangsel di aula Kemenang Tangsel, Kamis (24/11) kemarin.

Sekretaris MUI Tangsel, Abdul Rojak mengatakan pihaknya mempercayakan pihak kepolisian soal penanganan kasus Ahok. Meskipun begitu, ia tidak melarang atau menganjurkan berdemonstrasi.

”Kami harap demonya damai dan santun. Percayakan ke polisi soal kasus hukumnya. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan tidak ditahannya Ahok lantaran beda opini penyidik dan ahli,” ujarnya.

Sementara, Kasat intel Polres Tangsel, AKP Gun Gun Gunadi mengatakan hasil kegiatan silaturahmi yang merupakan aspirasi masyarakat Kota Tangsel akan disampaikan ke pimpinan. Sebab, hak menyampaikan pendapat dilindungi Undang-undang, namum pihaknya meminta para pendemo tertib dan tetap menjaga kondusivitas.

”Aspirasi para tokoh ulama akan dilaporkan ke pimpinan. Kami berharap demo pada 2 Desember mendatang berjalan kondusif,” ujarnya. (herman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *