PenaMerdeka – Jusuf Kalla (JK) Wakil Presiden Indonesia, saat menghadiri peringatan Hari Tsunami Dunia yang digagas UNISDR (PBB), mengatakan betapa pentingnya langkah deteksi dini untuk meminimalisir jumlah korban musibah yang diakibatkan alam tersebut.
Acara yang dilaksanakan bersama Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, pada Kamis (15/12) dalam sambutannya JK memberikan himbauan mengenai pentingnya langkah deteksi dini untuk menghadapi bencana yang akan terjadi. Sehingga dengan langkah deteksi dini diharapkan menekan angka korban dari bencana alam tsunami.
“Karena itu lah, mudah-mudahan dengan memperingati hari tsunami ini, kita mempunyai suatu keadaan dan juga pengetahuan serta budaya (untuk menghadapi bencana),” kata JK.
JK juga mengatakan, kalau negara Indonesia sudah memiliki pengalaman yang cukup panjang mengenai bencana Tsunami. Dalam acara peringatan Hari Tsunami Dunia ini, dirinya juga megatakan kalau sudah ada lebih dari 200.000 orang yang telah tewas dalam bencana gempa bumi yang memiliki kekuatan mencapai 9,3 SR.
Sehingga dengan adanya gempa tersebut telah menyebabkan tsunami sangat besar yang terjadi pada 2004 silam. Akan tetapi, Pulau Simeulue yang juga menjadi wilayah terdampak dari gempa dan tsunami.
Namun, kata JK dalam peringatan Hari Tsunami Dunia ini, bahwa masyarakat sudah terbiasa untuk menghadapi benacan seperti hal itu. Dan banyak dari mereka yang sudah memiliki inisiatif penyelaman diri ketika adanya bencana.
“Apabila ada gempa awal, maka serentak seluruh masyarakat berlarian ke gunung untuk menyelamatkan diri. Karena itu walaupun di Aceh korban begitu banyak, di Pulau Simeulue, korban ya walaupun tetap ada, tapi korban cuma tujuh orang,” ujarnya.
“Sejak ratusan tahun masyarakat (setempat diajarkan) orangtuanya untuk menghindari bencana tersebut,” lanjut dia
Selanjutnya Wakil Presiden Jusuf Kalla mengucapkan terima kasih Kepada Pemerintah Jepang atas pemberian bantuan yang dilakukan melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA),kepada para korban gempa bumi di indonesia khusus yang telah terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Bantuan tersebut secara langsung kepada para korban gempa aceh telah diberikan oleh pemerintah Jepang, pada 7 Desember 2016, ungkap JK. (agus/dbs)







