TANGSEL, PenaMerdeka – Faktor geografis Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dari Ibu Kota DKI Jakarta ditenggarai menjadi penyebab kota berjuluk modern religius ini masuk dalam zonasi yang patut diwaspadai terkait jangkitnya virus HIV/AIDS. Upayanya, Pemkot Tangsel akan menyoroti meluasnya tempat hiburan malam.
Penderita HIV/AIDS di Tangsel tercatat sudah sebanyak 518 orang, terdiri 429 pria dan 89 wanita. Mereka tersebar merata di tujuh kecamatan. Mayoritas penderita berusia 18 tahun hingga 40 tahun.
Adapun faktor penyebab meningkatnya penderita HIV/AIDS meliputi hubungan seks bebas tanpa menggunakan kondom dan penularan lewat jarum suntik ketika menggunakan narkoba.
Kepala Kantor Budaya dan Pariwisata Kota Tangsel Yanuar mengatakan, pihaknya terus mewaspadai tempat hiburan malam. Ini lantaran interaksi kehidupan malam rentan terjadi penyebaran penyakit ini. Seperti narkoba ataupun seks bebas. Untuk itu diperlukan regulasi agar semua pihak ikut ketentuan tersebut.
”Kami telah membahas dan mengajukan raperda tentang HIV/AIDS sebagai payung hukum penanggulangan HIV/AIDS lebih maksimal,” katanya saat sosialisasi stakeholder Kepariwisataan di Gedung Graha Widya Bhakti Puspiptek, Rabu (14/12) kemarin.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel AKBP Heri Istu menyatakan penularan HIV/AIDS, selain seks bebas juga lewat jarum suntik. Sedangkan Kota Tangsel, termasuk zona merah peredaran narkoba.
Untuk itu, masyarakat harus memahami bahaya narkoba selain ketergantungan bisa mengancam menyebarluaskan virus HIV/AIDS.
”Kami terus edukasi tentang bahaya narkoba,” terangnya.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Tulus Muladiyono mengatakan, faktor geografis Tangsel berdekatan Jakarta dan Kota Tangerang membuat hiburan malam menjamur.
”Banyak kaum urban yang datang ke Tangsel, sehingga penularannya melalui seks bebas dan jarum suntik narkoba cepat,” katanya.
Ia menyatakan bukan hanya masalah penderita HIV/AIDS, melainkan anak-anak penderita juga harus menanggungnya. Ini lantaran akibat orangtuanya yang tertular HIV/AIDS. ”Untuk itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini, supaya tidak meluas lagi,” terangnya.
Seperti diketahui, AIDS merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari virus, sebuah virus yang sering disingkat dengan nama human immunodeficiency virus (HIV). Virus ini sebenarnya bukan jenis virus penyakit menular yang mudah menyebar.
Penyakit ini akan menular melalui pertukaran darah dan cairan tubuh lain. Kontak secara langsung tanpa melibatkan cairan tertentu sama sekali tidak berbahaya. (herman)







