Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Tangerang untuk menekan jumlah pengidap HIV dan Aids pihaknya menyebut kerap mensosialisakan dikalangan pelajar tentang bahaya pergaulan seks bebas dan narkoba. Pasalnya angka yang tertinggi pengidap HIV dan Aids itu sendiri paling banyak tercatat ‘disumbang’ dari kalangan remaja.

“Sangat penting kami melakukan sosialisasi efek narkoba dan pergaulan seks dengan sasaran ke siswa, lantaran salah satu yang menjadi penyebab terjangkitnya HIV dan Aids dari faktor ini, makanya kedepan akan kita tingkatkan lagi penyuluhannya,” ucap Edi Wantoro Asisten Sekretaris KPA Kota Tangerang ditemui PenaMerdeka.com setelah acara nonton bareng ‘Nada untuk Asa’ di Cinema XXI, Balekota Mall, Kota Tangerang, Kamis (1/12).

Menurut data yang kami himpun kata Edi Wantoro sejak 2004 hingga 2016 pengidap HIV dan Aids tercatat sebanyak 1192 orang ini merupakan yang terbanyak di Provinsi Banten.

“Dengan data yang ada ini, membuktikan masih ada hal yang harus kita benahi dan yang paling banyak dari kalangan remaja. Tetapi dengan mengumpulkan data ini membuktikan juga kalau KPA Kota Tangerang kerja,” ucapnya.

Penanganan atau pencegahan bahaya penyakit menular HIV dan Aids dilingkungan siswa KPA bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Tangerang. Kami bersama tim turun ke sekolah, Edi Wantoro mengaku saat ini tidak semua sekolah di Kota Tangerang yang mendapat sosialisasi tersebut.

Namun demikian beberapa instansi yang menjadi mitra KPA Kota Tangerang dalam waktu tertentu menurutnya sering melakukan evaluasi tentang Aids. Dari pihak Kepolisian, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait selalu mensosialisasi tentang penyakit menular tersebut. Kota Tangerang sendiri diakui Edi Wantoro merupakan salah satu kota yang masuk dalam zona endemic HIV AIDS di Provinsi Banten.

Maka dari itu menurutnya upaya yang dilakukannya selain kali ini mengajak masyarakat menonton film edukasi HIV dan Aids tetapi Edi juga mengaku bahwa KPA juga kerap mensosialisasi melalui selebaran di sejumlah titik jalan di Kota Tangerang.

“Beberapa waktu lalu kami membagikan selebaran atau pamflet kepada pengguna jalan di kawasan Tugu Adipura dan melakukan penyuluhan di sejumlah tempat. Ini salah satu bentuk sosialisasi ke masyarakat. Karena dalam peningkatan kapasitas ke masyarakat bisa dalam pendidikan formal dan informal,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut bahwa pengidap penyakit ini sebaiknya tidak perlu khawatir karena semangat untuk hidup itu selalu ada. Ia mencontohkan, cerita yang dipaparkan dalam film Nada untuk Asa yang sengaja kita gelar merupakan kekuatan seorang pengidap HIV sejak masa kecil yang ditularkan dari ibunya meskipun pertama kali yang menjangkitinya adalah ayah kandungnya.

“Jadi bagi masyarakat kita jauhi virusnya saja, tapi manusia yang mengidap HIV AIDS jangan dijauhi. Mereka perlu bantuan kita. Tak perlu takut sama mereka, karena saya tegaskan virus itu menular melalui darah dan berhubungan intim saja kalau tidak menggunakan alat kontrasefsi. Kalau hanya berpelukan ataupun yang lainnya itu tak akan menular kepada kita,” ucapnya menjelaskan.

Nonton bersama dihadiri juga orangtua Charles Gozali Yakni Hendrik Gozali salahseorang yang meproduseri film Nada untuk Asa. Menurut Hendrik Gozali film ini memang menceritakan tentang kisah yang menimpa seseorang yang tertular penyakit Aids.

“Ini merupakan kisah nyata yang sebelumnya korban sendiri pernah tampil di salah satu tv swasta dalam program Mata Najwa. Setelah dari situ kami anggap kisah ini menarik untuk diangkat ke layar lebar,” ucap Hendrik.

Dengan KPA di daerah lain di Indonesia film ini sering ditayangkan juga. Kami berharap pemerintah dan instansi terkait supaya giat memberikan kegiatan seperti ini agar pengidap HIV Aids tidak dikucilkan di masyarakat.

Dalam kesempatan pemutaran film tersebut KPA Kota Tangerang juga mengundang Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kota Tangerang, perwakilan Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Provinsi Banten dan Orang dengan HIV AIDS (ODHA). (yuyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *