Pemkot Tangsel Diminta Jerat Sangsi Tempat Hiburan Pelanggar Perda

Tangerang Selatan, PenaMerdeka – Sejumlah pihak meminta kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera menjerat sangsi penutupan kepada pengusaha hiburan yang melanggar Perda Tentang Pelarangan Minuman Keras dan Izin Operasional Pengusaha Hiburan. Menyusul adanya pengunjung tempat hiburan Matador yang dilarikan ke rumah sakit setelah menenggak miras oplosan Snow White (SW).

Sebelumnya diberitakan di tempat hiburan Matador yang berlokasi di kawasan Ruko Boelevard, Kota Tangsel beberapa waktu lalu belasan pengunjung sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pusing dan mual berkepanjangan karena menenggak miras SW.

AKP Ahmad Alexander Yudiko Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan menyebut minuman oplosan yang telah membuat pengunjung merasakan pusing mual lantaran meminum jenis SW setelah dilakukan uji laboratorium tidak ditemukan kandungan Psikotropika dan Narkotika.

“Ternyata kata petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) minuman oplosan ini sudah pernah di periksakan juga oleh BNN dengan hasil yang sama,” ujarnya, Sabtu (10/12).

Ratu Humairoh, anggota DPRD Kota Tangerang Selatan mengatakan apabila tempat itu kedapatan melanggar ketentuan yang berlaku yang berjuluk cerdas religius pihak Dinas Pariwisata, Perizinan dan Satpol PP segera melakukan tindakan.

Politisi PPP ini menjelaskan, pihaknya sangat mendukung apabila nantinya tempat hiburan malam Matador itu ditutup sesuai dengan sangsi Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Peizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian Perdagangan.

“Didalam pasal 128 itu kan sudah tertuang jelas pelarangan untuk menjual, diperdagangkan, diproduksi hingga di komsumsi oleh masyarakat. Apalagi Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, mengintruksikan pada bawahannya (Intansi terkait, red) untuk menutup dan mencabut izin tempat hiburan malam itu,” Kata Ratu Kepada PenaMerdeka.com, Sabtu (10/12).

Kata Ratu anggota DPRD Komisi I dari fraksi PPP ini tupoksinya adalah pengawasan, jadi apabila memang itu sudah melanggar Perda sudah semestinya tempat hiburan tersebut supaya di berikan efek jera. Karena di Kota Tangsel ini bukan hanya satu tempat hiburan malam yang beroperasi melainkan puluhan hingga ratusan.

“Dalam setiap pelaku usaha yang ingin membuka tempat itu kan ada proses dan juga pembinaan dari Dinas terkait, yang sesuai dengan usaha hiburannya yang akan dibuka. Misalkan, tempat karaoke keluarga tapi tidak melakukan sesuai izinnya sebagai karaoke keluarga itu harus disidak oleh perizinan atau dilakukan penyegelan oleh Satpol PP. pada intinya kita akan mendorong penegakannya sesuai dengan sangsi perda yang sudah ada,” tandasnya.

Sementara Azhar Syamun, Kasatpol PP Tangsel pihaknya akan memberikan sangsi sesuai dengan Perda yang sudah ada. Mulai dari teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha sampai dengan mencabut izinnya. Ia menambahkan, untuk melakukan penutupan tempat usaha yang sudah berizin harus ada mekanismenya dan itu sedang dijalankan.

“Nanti kita lihat hasilnya seperti apa dan tingkat kesalahannya setelah dilakukan penyidikan dan penyelidikan oleh penyidik pegawai negri sipil (PPNS),” pungkasnya. (herman)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...