Jalan Layang Gaplek Tangsel Segera Dibangun, MA Tolak Gugatan Warga

Tangsel, PenaMerdeka- Jalan layang Gaplek, di RE Martadinata, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal direalisasikan tahun 2017. Hal ini menyusul adanya keputusan Mahkamah Agung soal ganti rugi tanah sesuai perhitungan tim penilaian seharga Rp7 juta per meter.

Dengan keputusan ini gugatan sejumlah warga yang menginginkan harga tanah Rp20 juta per meter ditolak. Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangsel Retno Prawati mengatakan, kepastian pembangunan jalan laying Gaplek setelah ia mendapat kejelasan dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR)

”Sudah ada kejelasan dari pemerintah pusat. Sekarang tengah disusun rencana kontrak pembangunan jalan flyover tersebut. Insya Allah 2017 akan terealisasi. Apalagi MA menolak gugatan warga yang ingin harga tanah di atas 20 juta per meter,” katanya saat jumpa pers dalam kegiatan Coffee Morning DBMSDA di Bangi Kopitiam, Serpong, Jumat (30/12).

Sekadar diketahui dari 110 kepemilikan lahan dengan luas lahan 23 ribu meter, masih ada 10 orang sedang mengajukan kasasi ke MA. Sebelumnya di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, gugatannya ditolak. Untuk pembebasan lahan kepentingan jalan layang Gaplek, Pemkot Tangsel telah menggelontorkan Rp151 miliar dengan estimasi harga tanah Rp7 juta per meter.

Retno melanjutkan pihaknya sudah membebaskan 90 persen lahan di jalur tersebut. Sesuai dengan harga ganti rugi Pemkot Tangsel mengacu pada tim penilai ganti rugi. ”Tinggal pembayaran pelunasan pemilik lahan. Jumlahnya hanya tinggal 10 persen, dari total penggusuran lahan pembangunan jalan. Bulan maret 2017, pembebasan lahan akan selesai 100 persen,” ujarnya.

Rencananya Jalan layang Gaplek mencakup, Kecamatan Pamulang dan Kecamatan Ciputat dengan Kelurahan Pondokcabe Udik, Pamulang Timur dan Cipayung Kecamatan Ciputat. Titik temu jalan layang mulai depan PLN Ciputat dan Pool Taxi Blue Bird. Sedangkan arah jalan menuju Pamulang dan Pondokcabe akan dilebarkan 16 meter, sejauh 200 meter dari persimpangan Gaplek.

”Panjang jalan layang satu kilometer dengan empat jalur. Untuk desainnya seperti Flyover Casablanca Jakarta dengan konsep taman hijau,” tukasnya.

Pada bagian lain, Sekretaris DBMSDA Judianto mengatakan, sebelum proyek jalan layang gaplek dimulai pihaknya sudah membersihkan lahan di jalur tersebut. Targetnya pada Maret 2017 semuanya beres dan tinggal pembangunan saja. ”Pokoknya kita mengejar waktu agar target bisa rampung dalam waktu dekat,” ungkapnya. (yuyu)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan