Disinggung Pendidikan Gratis Sulit Terealisasi, WH: Rano Tak Paham Anggaran

Wahidin Halim Calon Gubernur (Cagub) Banten menyindir balik soal komentar Cagub incumbent Rano Karno yang menyebut program pendidikan gratis tidak mungkin terealisasi lantaran pasangan nomor urut 1 hanya mengandalkan dana APBD.

Seperti diketahui bahwa pendidikan menjadi gratis merupakan salah satu program yang disodorkan pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy kepada masyarakat Banten.

“Dia (Rano Karno, red) mungkin tidak mengerti soal tata sistem pemerintahan dan tata keuangan untuk kebutuhan masyarakat secara baik. Padahal sangat mungkin bisa dilaksanakan program pendidikan gratis dilaksanakan di Provinsi Banten,” kata Wahidin Halim saat ditemui dikediamannya, Jalan H. Djiran, Pinang Kota Tangerang, Rabu (2/2).

Menurut Wahidin Halim, ketika dirinya menjabat sebagai Walikota Tangerang program pendidikan dibiayai pemerintah dapat dilakoninya secara baik. Dan itu sangat membantu sekali buat mencerdaskan rakyat

“Yang terpenting adalah itikad dan niat saja. APBD Provinsi Banten sangat cukup untuk membiayai pendidikan gratis. Setelah rakyat dapat mengenyam pendidikan, maka daya saing SDM meningkat, ini yang perlu dipertanyakan kepada Rano karena ini merupakan amanat UU Sisdiknas. Jika perlu dari APBD 20% untuk membangun sektor pendidikan ditambah. Dan ini saya pernah lakukan di Kota Tangerang,” tegas mantan Wakil Ketua Komisi II DPR-RI ini menegaskan.

Pendidikan adalah kebutuhan yang mendasar, penting buat pembangunan mental bangsa, karenanya sangat krusial dan menjadi hak dasar yang absolut bagi masyarakat, itu sudah sesuai amanat UUD 1945.

Lebih dalam kata Wahidin Halim bahwa terkait pembangunan program pendidikan, ia menyebut bahwa tidak hanya pendidikan gratis kepada siswa saja yang akan dilakukan. Tetapi pembangunan sekolah harus diperbanyak.

“Saya bangun sekolah terbanyak se-Indonesia saat menjabat walikota. Yakni sebanyak 500 bangunan sekolah baru dari tingkat SDN, SMPN, SMAN hinggga SMKN yang semuanya bertingkat. Kemudian Pemkot Tangerang juga memberikan insentif bagi para guru. Jadi semua pembangunan pendidikan harus harus saling mendukung dan terkorelasi. Kalau perlu siswa harus diberi ongkos gratis untuk sekolah,” kata Wahidin.

Dan ketika menelurkan kebijakan program pendidikan gratis kami pun saat itu sudah melakukan kajian terkait dengan anggarannya. Dan berjalan sukses, lalu kenapa masih ada orang yang meragukan kebijakan program kampanye kami.

Namun demikian saat ini masalahnya bukan itu saja, banyak guru yang belum disejahterakan, peningkatan kualitasnya harus ditambah apa apalagi mainset (pemikiran, red) masyarakat yang belum sepenuhnya mencintai pendidikan.

“Ini harus dirubah, kalau masih seperti ini imbasnya adalah kualitas SDM kita yang tidak akan maksimal dan nantinya sullit bersaing dalam sektor apapun,” ucapnya menegaskan.

Saat menjabat Walikota Wahidin mengaku memberikan dana insentif kepada guru. Namun demikian setelah adanya kebijakan pusat soal peralihan pengelolaan dikmen (tingkat SMA sederajat) ke Pemrov Banten banyak guru di Kota Tangerang yang khawatir dana insentif yang biasa diterimanya bakal tidak ada.

Jika dahulu hanya guru di Kota Tangerang saja mendapat insentif, maka ketika menjadi gubernur Banten bersama Andika Hazrumy maka kata Wahidin ia juga akan merealisasikan insentif kepada guru di Banten.

“Makanya pilih saya menjadi gubernur supaya pendidikan gratis, penambahan jumlah gedung sekolah serta insentif para guru se-Banten bisa terealisasi,” tandas WH. (wahyudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan