Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Pilkada Banten PKS Garap Pemilih Pemula, Sebut Tak Kantongi Swing Voter

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada Banten tengah menggarap pemilih pemula. Pasalnya swing voter dari pemula sangat potensi sekali dapat mendulang suara. Diketahui, dalam setiap momen politik PKS dikenal solid, perolehan suaranya bulat bahkan cenderung bertambah.

“Suara kami bulat tidak akan kemana mana dalam Pilkada. Suara kami tetap bahkan tidak ada swing voter di PKS, justru kami meregenerasi kader muda menjadi pemilih pemula yang datang dari internal partai,” ungkap Tengku Iwan, Ketua DPD PKS Kota Tangerang kepada merdeka, Minggu (5/2).

Di PKS jarang ditemukan kalau dari keluarganya akan berpindah ke partai lain. Jika sudah di PKS sudah bisa dipastikan anaknya juga akan menjadi kader PKS. Ini yang menjadi PKS berbeda dengan partai lain.

Hanya saja kata Tengku menambahkan, bahwa hak suara bagi pemilih pemula dalam Pilkada Banten, pihaknya tinggal mengiformasikan atau mensosialisasikan saja kepada mereka tentang keberhasilan pasangan calon nomor urut 1, yakni Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

“Kami punya bidang kepemudaan untuk menggarap usia muda. Tidak sulit untuk mengenalkan Wahidin Halim kepada mereka lantaran sudah banyak prestasi yang digelontorkan saat ia menjabat Walikota Tangerang. Kan ada 3 hal saja, terkait keberhasilan di bidang pendidikan, infrastruktur dan kesehatan.”

Ia menambahkan, tetapi buat kaum religi maka informasi soal tidak dibolehkannya tempat prostitusi dan pelarangan peredaran miras yang dikeluarkan dalam Perda Kota Tangerang Nomor 7 dan 8 produk yang notabene kebijakan Wahidin akan kita informasikan.

Namun terkait issu negatif yang muncul kepada pasangan calon yang PKS usung diusahakan kita tepis supaya pemilih internal PKS ada pencerahan. Kita coba informasikan yang benar kepada mereka.

Upaya yang sudah dilakukan menurut Tengku, bagi pemilih kaum muda yang ada di PKS ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil Kota Tangerang. Secara administrasi harus diurus tentang hak suara bagi pemula supaya bisa mencoblos saat di Pilkada Banten.

“Jadi dalam tubuh PKS artinya tidak ada istilah swing voter. Malah swing voter di luar kami garap. Mengapa kami bergerak, supaya tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Banten meningkat,” tandas Tengku.

Sementara itu terkait massa swing voter di Pilkada Banten diyakini Direktur Eksekutif JSI Fajar S Tamin dengan sejumlah alasan mengarah ke pasangan nomor urut 1 Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.

“Dinamika Pilkada Banten memang sedikit berbeda dengan daerah lain untuk memilih calon pemimpinnya. Pasangan nomor urut 1 dan 2 yakni Wahidin Halim–Andika Hazrumy (WH-Andika) dan Rano Karno-Embay Mulya Syarief keduanya head to head memperebutkan massa terutama menjelang pelaksanaan supaya dapat merebut swing voter Pilkada Banten,” kata Fadjar ketika dihubungi PenaMerdeka.com, Minggu (5/2).

Cuma Kata Fadjar persoalan incumbent tidak diuntungkan dalam posisi head to head, karena kecenderungan swing voter menunggu, dan ketika diakhir waktu mereka mengambil sikap untuk memilih non incumbent yang punya prestasi.

“Makanya swing voter ini dipastikan akan merapat ke WH-Andika, apalagi tingkat popularitas WH-Andika kini sudah hampir menyamai Rano Karno, otomatis maka swing voter dalam Pilkada Banten mengarah ke pasangan nomor urut 1,” katanya menjelaskan.

Swing voter ada dari berbagai usia, ada dari pemilih tradisional, pemilih rasional atau dari pemula. Maka dari itu sekarang ini untuk memaksimalakan swing voter tergantung kinerja tim untuk merebut posisi itu. Biasanya kata Fadjar yang muda seperti pemilih pemula tergantung siapa yang mengajak, tinggal diarahkan saja. (wahyudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan