Bentuk Indonesia Service Hub, PT GMF AeroAsia Mou Dengan Lima BUMN

JAKARTA, PenaMerdeka – PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk yang bergerak dibidang perawatan pesawat terbang menandatangani nota kesepahaman (MoU).

Perusahaan yang turut menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk “Indonesia Service Hub” tersebut, adalah PT Nusantara Turbin & Propulsi (NTP), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Indopelita Aircraft Services (IAS) dan PT Merpati Maintenance Facility (MMF).

Penandatanganan kerja sama strategis ini untuk bidang pengembangan Bisnis Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) dan modifikasi yang dilakukan GMF dengan  lima BUMN dan anak usaha BUMN. Kamis (02/03), di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut, bertujuan untuk pengembangan bisnis Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) dan juga komponen pesawat baik untuk penerbangan sipil maupun militer.

Dalam nota kesepahaman tersebut GMF dipercaya sebagai koordinator dalam pelaksanaan Indonesia Service Hub ini. Direktur utama Garuda Maintenance Facility, Juliandra Direktur utama GMF mengatakan, bahwa ditunjuknya GMF menjadi koordinator dalam kerja sama strategis ini menandakan kepercayaan dan dukungan pemerintah dan juga para pelaku industri MRO kepada GMF terus bertumbuh .

“Kerjasama strategis ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membesarkan industri perawatan pesawat di Indonesia. Bagi GMF, kesempatan ini merupakan tantangan untuk terus mengembangkan perusahaan dengan scope kemampuan perawatan pesawat yang lebih besar lagi. Dengan sinergi ini kami berharap industri perawatan pesawat terbang dalam negeri dapat berkembang dan berinovasi bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Rini M. Soemarno Menteri BUMN dalam sambutannya mengharapakan kepada kelima perusahaan ini mampu memberikan service kepada pesawat-pesawat tidak hanya yang ada di Indonesia saja.

“Namun, dapat menjangkau seluruh Asia bahkan sampai dengan Afrika mengingat letak geografis kita masih sangat memungkinkan untuk melakukan hal tersebut,” paparnya.

Disisi lain, Fajar Harry Sampurno Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media (PSIM) Kementerian BUMN mengatakan, bahwa Indonesia Service Hub merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN dalam mengembangkan industri perawatan pesawat dalam negeri.

“Kelima perusahaan ini memiliki potensi bisnis yang tinggi dengan kemampuannya masing-masing. Dengan bekerja sama tentu industri MRO dalam negeri akan menjadi lebih optimal baik dari segi pengembangan kapasitas dan kapabilitas maupun daya serap pasarnya,” kata Fajar.

Indonesia Service Hub sebagai sinergi antar bengkel pesawat BUMN dan anak usaha BUMN ini juga memberi nilai tambah bagi GMF, yaitu wujud nyata ekspansi bisnis yang menjadi salah satu pilar grand strategi GMF. Apalagi GMF sedang melakukan ekspansi bisnisnya ke arah general aviation dimana dibutuhkan kapabilitas dalam merawat pesawat khususnya berjenis turbo-prop untuk menggarap pasar perawatan pesawat tersebut di kawasan timur Indonesia.

Dalam usahanya tersebut, GMF telah membentuk Kerjasama Operasi (KSO) dengan MMF yang sudah mulai beroperasi Januari silam. KSO GMF – MMF saat ini juga telah menyepakati kerjasama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi (BP3B) dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia dalam hal perawatan pesawat Cessna 172 yang bertujuan untuk pengembangan kapabilitas dan kapasitas meliputi airframe, engine & propeller, komponen serta special services.

Berbagai kerjasama strategis yang terus dilakukan GMF ini merupakan salah satu strategi in-organic dalam mewujudkan visinya menjadi Top 10 MRO di dunia pada tahun 2020 yang akan datang. (herman)

Disarankan
Click To Comments