Mahasiswa UMJ Lapor ke Polisi Lantaran Menganggap Jadi Korban Pengeroyokan

KOTA TANGSEL, PenaMerdeka – Turnamen futsal di yang digelar Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berakhir ricuh. Bahkan seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh 5 mahasiswa peserta futsal itu.

Akibatnya, korban diketahui bernama Ahmad Qurtubi itu harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka yang cukup serius pada bagian bibirnya.

Kejadian bermula saat kesebelasan Fakultas Ekonomi dan Bisnis bertanding melawan kesebelasan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, karena sempat terjadi ricuh, korban mencoba melaporkan kepada panitia pelaksana agar pihak keamanan dapat meredakan situasi dan mengamankan teman satu timnya agar tak menjadi sasaran.

Namun, di luar dugaan pemain dari kesebelasan lain diluar lapangan malah beramai-ramai memukuli korban. Atas kejadian yang menimpa salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu langsung melaporkan kejadian yang menjadi korban pengeroyokan tersebut ke Mapolsek Ciputat yang berada di Jalan Ir Haji Juanda Ciputat, Kota Tangsel. Selasa (14/03) kemarin.

“Saya akan laporkan kasus pengeroyokan ini ke pimpinan kampus dan polisi. Saya juga kecewa karena keamanan panitia tidak mengantisipasi masalah ini,” ungkap mahasiswa semester 3 jurusan manajemen itu.

Saat melaporkan kejadian ini, Abi panggilan akrabnya bersama kedua temannya yang menjadi saksi langsung diarahkan ke ruang pemeriksan Tim 1 Unit Reserse Kriminal Polsek Ciputat. Atas laporan tersebut, pelaku pengeroyokan terancam pidana dan dikenakan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan.

Sementara itu, Kompol Tatang Sarif Kapolsek Ciputat Kompol mengatakan, laporan atas korban pengeroyokan itu akan ditindak lanjuti. Namun, di sisi lain, Polsek Ciputat tak mengetahui jika ada penyelenggaraan turnamen futsal yang terbuka untuk umum di kampus tertua milik Persarikatan Muhammadiyah itu.

“Kita tidak tau ada acara pertandingan futsal. Laporan pengeroyokan, tetap kita terima,” ujar Kapolsek.

Salah seorang saksi Muhammad Iqrar Pratama menambahkan, aksi yang tak terpuji yang dilakukan oleh sejumlah oknum mahasiswa itu kerap terjadi di kampusnya. Bahkan sebelumnya,sempat juga terjadi aksi ancaman kepada mahasiswa dengan senjata tajam yang dipicu hanya dengan persoalan pertandingan futsal.

“Sebelumnya ricuh dan terjadi aksi ancaman dengan sebilah celurit oleh orang tidak dikenal,” terangnya.

Ia bersama puluhan mahasiswa lainnya, yang tergabung dalam Gabungan Mahasiswa Peduli UMJ menyesalkan tindak premanisme yang terjadi di UMJ. Menurut Iqrar, pimpinan kampus harus bertindak tegas dengan memecat oknum mahasiswa yang terlibat tindak pidana yang terjadi di kampus serta yang mengakibatkan salah satu mahasiswanya menjadi korban pengeroyokan.

“Kita minta polisi segera menangkap pelaku, dan pimpinan kampus tegas mengeluarkan pelaku pengeroyokan. Kita tak ingin almamater UMJ tercoreng dengan tindakan jalanan itu,” pungkas Iqrar yang juga Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen. (herman)

Disarankan
Click To Comments