Zakiyah Menduga Ibunya Jadi Korban Malpraktek RS Sari Asih Kota Tangerang

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka.com – Zakiyah (27) menduga ibu kandungnya yang sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Sari Asih, Jalan Imam Bonjol, Karawaci, Kota Tangerang menjadi korban malpraktek.

Pasalnya, pasca dilakukan penindakan operasi pengangkatan batu ginjal yang dilakukan oleh salah satu dokter spesialis yang berinisial CN itu kini kondisi pasien bukan membaik malah tambah memburuk.

“Kuat dugaan kalau ibu saya itu menjadi korban malpraktek, karena tentunya orang ke rumah sakit untuk berobat agar sembuh dari penyakit yang diderita. Namun ini buktinya ibu saya setelah dilakukan operasi kondisi ginjalnya itu malah dipenuhi dengan cairan warna kuning,” kata Zakiyah kepada Wartawan, Selasa (21/03).

Ia juga menjelaskan, bahwa pihaknya sempat berkonsultasi kepada salah satu dokter spesialis yang ada di wilayah Jakarta serta memperlihatkan hasil CT scan sebelum di operasi dan juga sesudah dilakukan penindakan operasi.

“Dan reaksi dokternya pun ketika melihat hasil CT scannya menilai terjadi kesalahan yang diduga dilakukan oleh dokter yang menangani penyakit ibu saya. Karena kata dia kenapa setelah dilakukan operasi ginjalnya itu malah hancur padahal, CT scan sebelum operasi bengkak dibagian ginjalnya itu tidak terlalu parah,” jelasnya.

Proses operasi pengangkatan batu ginjal itu sendiri lanjut Zakiyah mengatakan, dilakukan pada awal bulan February dan tidak ada mou antara rumah sakit dengan keluarga pasien bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Waktu itu saya hanya melakukan tandatangan soal biaya operasi dan dokternya pun menjelaskan kalau biaya ini diluar dari kamar inapnya. Intinya saya kecewa dengan penanganan rumah sakit Sari Asih,” ungkapnya.

Keluarga pasien juga sempat melakukan diskusi dengan pihak penanggung jawab manajemen Rumah Sakit Sari Asih serta Dokter Spesialis penyakit batu ginjal untuk menanyakan ibunya yang diduga telah menjadi korban malpraktek. Namun, pihak keluarga belum puas atas penjelasannya. Karena kata Zakiyah pada saat Dokter yang menangani operasi ibunya itu merasa sudah bekerja sesuai prosedur artinya tidak ada seuatu kesalahan yang dilakukannya.

“Saya merasa pertayaan yang diberikan pada Dokter belum ada yang terjawab menyangkut soal CT scan dari yang sebelum dilakukan operasi itu bengkaknya gak terlalu gede. Tapi setelah ditangani ginjal ibu saya malah hancur,” katanya.

Padahal kata Zaskiyah, Dokter yang berinisial CN itu mengakui kalau di Ginjal ibunya itu memang ada cairan warna kuning yang dianggap merupakan cairan nanah.

“Saya akan terus mencari tau dari mana penyebab cairan itu, karena dari tidak ada menjadi ada. Tadi hasil negosiasinya dengan pihak rumah sakit yang diwakili oleh dr. Agus penangung jawab manajemen akan mendatangkan Dokter ahli penyakit Ginjal dari Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo,” tandasnya.

Sementara itu, dr. Agus penanggung jawab manajemen Rumah Sakit Sari Asih ketika akan dilakukan konfirmasi terkait dugaan keluarga salah satu pasien yang menjadi korban malpraktek itu sudah tidak ada di tempat kerjanya.

Bahkan, ketika salah satu receptionis yang bernama Maya mencoba untuk menghubungi telepon ruangnya tidak ada yang menerima.

“Saya sudah coba hubungi sekertarisnya mas, cuman mungkin memang sudah pada pulang kalau mau konfirmasi besok lagi datang kesini,” singkat Maya. (herman)

Disarankan
Click To Comments