Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Waspadai Bahaya Pencemaran Timbal di Sungai Cisadane

0 523

Saat ini kita hidup pada lingkungan yang sarat dengan bahan pencemar. Komponen lingkungan, seperti air, tanah, dan udara khususnya sumber air masyarakat Tangerang jika pencemaran timbal di Sungai Cisadane harus diwaspadai.

Timbal merupakan bahan kimia yang termasuk dalam kelompok logam berat. Menurut Palaar (1994) logam berat merupakan bahan kimia golongan logam yang sama sekali tidak dibutuhkan oleh tubuh, di mana jika masuk ke dalam tubuh organisme hidup dalam jumlah yang berlebihan akan menimbulkan efek negatif terhadap fungsi fisiologis tubuh.

Logam berat yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah kecil akan berakumulasi di dalam tubuh, sehingga pada suatu saat akan dapat menimbulkan efek negatif dan gangguan kesehatan.

Timbal atau timah hitam atau Plumbum (Pb) adalah salah satu bahan pencemar utama saat ini di lingkungan. Hal ini bisa terjadi karena sumber utama pencemaran timbal adalah dari emisi gas buang kendaraan bermotor.

Selain itu timbal juga terdapat dalam limbah cair industri yang pada proses produksinya menggunakan timbale. Seperti industri pembuatan baterai dan aki, industri cat, dan industri keramik, jadi sangat bahaya jika pencemaran timbal di sungai terjadi. Timbal digunakan sebagai aditif pada bahan bakar, khususnya bensin dimana bahan ini dapat memperbaiki mutu bakar.

Bahan ini sebagai anti knocking (anti letup), pencegah korosi, anti oksidan, diaktifator logam, anti pengembunan dan zat pewarna.
Pencemaran Timbal di Sungai dapat terjadi pembuangan limbah yang mengandung dalam zat tersebut dibuang secara sembarangan. Salah satu industri yang dalam air limbahnya mengandung timbal adalah industri aki penyimpanan di mobil, di mana elektrodanya mengandung 93% timbal dalam bentuk timbal oksida (PbO2).

WHO menetapkan batas timbal di dalam air sebesar 0,1 mg/L. Dalam mengkontaminasi sumber air, hampir semua timbal terdapat dalam sedimen dan sebagian lagi larut dalam air, artinya terjadinya pencemaran timbal di sungai sangat membahayakan dan perlu diwaspadai.
Indonesia juga mempunyai nilai ambang batas timbal untuk air bersih dan air minum berdasarkan Permenkes RI No. 416 tahun 1990 yaitu sebesar 0,05 mg/l.

Timbal yang ada di dalam air dapat masuk ke dalam organisme diperairan, dan jika air tersebut merupakan sumber air konsumsi masyarakat maka timbal tersebut tentunya akan masuk ke dalam tubuhmanusia.

Baku mutu timbal di perairan berdasarkan PP No. 20 tahun1990 adalah 0,1 mg/l. Pada analisa kandungan timbal dalam tumbuhan air didapatkan 13,0 mg/kg timbal pada pajanan 10 μg/l. Akar tumbuhan mengandung 2,5 kali lebih tinggi dari batang.

Pencemaran timbal di Sungai kalau airnya digunakan untuk menyiram tanaman akanmenimbulkan risiko masuknya zat tersebut ke dalam tanaman berarti munculnya risiko kesehatan pada manusia ketika mengkonsumsi tanaman tersebut.
Besarnya tingkat keracunan timbal menurut WHO (1977) dalam Naria (1999) dipengaruhi oleh:

1. Umur. Anak-anak mengabsorbsi timbal lebih banyak dari orangdewasa. Anak- anak juga lebih rentan sehingga dapat terjadi efekkeracunan pada kandungan timbal yang rendah dalam darah.
2. Jenis kelamin. Wanita lebih rentan dibandingkan dengan pria.
3. Musim panas akan meningkatkan daya racun timbal.
4. Peningkatan asam lambung akan meningkatkan absorbsi timbal
5. Peminum alkohol lebih rentan terhadap timbal.

Dampak kronis dari keterpaparan timbal diawali dengan kelelahan, kelesuan, irritabilitas, dan gangguan gastrointestinal. Keterpaparan yang terus-menerus pada sistem syaraf pusat menunjukkan gejala insomnia (susah tidur), bingung atau pikiran kacau, konsentrasi berkurang, dan gangguan ingatan.

Beberapa gejala lain yang diakibatkan keterpaparan timbal secara kronis di antaranya adalah kehilangan libido, infertilitas pada laki-laki, gangguan menstruasi, serta aborsi spontan pada wanita.

Pada laki-laki telah terbukti adanya perubahan dalam spermatogenesis, baik dalam jumlah, gerakan, dan bentuk spermatozoa, semuanya mempunyai nilai yang lebih rendah dari standar normal.

Berdasarkan bahaya diatas, jika ada pencemaran timbal di Sungai Cisadane sebagai sumber kehidupan masyarakat Tangerang perlu mendapatkan perhatian lebih untuk terus dijaga. Harus ada pengawasan secara komrehensif guna mencegah terjadinya pencemaran limbah timbal (Pb) yang dibuang oleh industri ke Sungai Cisadane.

Penulis adalah Uyus Setia Bhakti (Direktur Eksekutif Yayasan Peduli Lingkungan Hidup)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
HPN
Loading...