Kejari Tangerang : Proses Tersangka Kasus Dugaan Pungli BPBD Masih Berjalan

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka – Sampai saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang masih mefokuskan penyelidikan untuk pengungkapan tersangka kasus dugaan pungli Sertifikat Layak Fungsi (SLF) bangunan gedung yang dilakukan oleh oknum Pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang.

Tengku Firdaus Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejakasaan Negeri Tangerang mengatakan, bahwa pengungkapan kasus dugaan korupsi itu tidak semudah seperti pengungkapan perkara pidana umum biasa.

“Kami harus hati-hati dalam pengungkapan tersangka kasus dugaan pungli ini, karena tahapan penyelidikan itu belum bisa dilakukan upaya paksa,” kata Firdaus melalui sambungan selulernya, Kamis (23/03) malam.
Menurutnya, sampai sejauh ini masih ada beberapa saksi lagi dari sejumlah pengusaha yang belum hadir untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum pejabat BPBD Kota Tangerang itu.

“Masih ada saksi-saksi yang belum hadir tapi, kami sudah undang kembali,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan dalam pengungkapan tersangka kasus dugaan pungli sertifikat layak fungsi (SLF) bangunan gedung ini, tentunya pihaknya sudah profesional dalam melakukan tahapan penyelidikan kasus dugaan pungli BPBD tersebut.

“Pasti kita propesional bekerja sesuai standar dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, penetapan tersangka kasus dugaan pungli tersebut disebutkan Kejari Tangerang tidak akan lama lagi karena prosesnya dikabarkan hampir rampung. Publik penasaran, siapa dibalik pusaran kasus dugaan pungli tersebut?.

Pihak Kejari saat itu juga menyatakan tahap proses penyelidikan kasus yang dilakukan sejumlah oknum pejabat di instansi pemerintah itu sudah memasuki tahapan akhir. Disebutkan pihak Kejari Tangerang bahwa terkait modusnya mereka disinyalir secara sengaja memungut biaya penerbitan SLF kepada pengelola gedung yang ada di wilayah Kota Tangerang kendati dalam kegitan tersebut tanpa ada biaya alias gratis.

Maka itu untuk memperkuat data dalam kasus ini, selain sejumlah pejabat BPBD pihak Kejari sudah memanggil belasan saksi dari pengelola gedung.

Sementara Arief R Wismansyah, Walikota Tangerang dengan kasus yang melibatkan pegawai dibawahnya tersebut, beberapa waktu lalu ketika dikonfirmasi lagi-lagi mengatakan bahwa Pemkot Tangerang tidak akan mengintervensi kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Tangerang. Ia berharap semuanya juga harus tahu lantaran kasus ini memang sudah menjadi sorotan masyarakat.

“Itu bukan wilayah Pemkot. Kami juga sedang menunggu hasilnya. Soal kalau ada penetapan tersangka dugaan kasus pungli di BPBD, oknum pejabat itu akan dinonjobkan. Saya tidak akan melindungi, persoalan mengalirnya duit tersebut saja Pemkot juga kan tidak tahu,” kata Walikota menegaskan.

Namun demikian terkait adanya pelimpahan wewenang pejabat Kabid BPBD yang bukan merupakan tugasnya lantas mengambil alih kegiatan pungli SLF tersebut Walikota enggan berkomentar. (herman).

Disarankan
Click To Comments