Satgas Wajib Belajar Tangerang Temukan 1000 Anak Putus Sekolah

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Kota Tangerang sudah menggelontorkan anggaran untuk sektor pendidikan senilai Rp 1,12 triliun. Dengan anggaran pendidikan itu Pemkot Tangerang juga telah membentuk Satgas Wajib Belajar bagi anak putus sekolah.

Nana Supiana, Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan mengaku pihaknya semenjak Walikota Tangerang mengintruksikan program Tangerang Cerdas (Tangcer) sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Wajib Belajar.

“Leading sektornya memang di Dinas Pendidikan Kota Tangerang, intinya supaya menekan angka putus sekolah, masyarakat Kota Tangerang biar cerdas semua,” kata Nana dihubungi PenaMerdeka.com, Sabtu (1/4).

Satgas yang dibentuk Pemkot Tangerang sudah mencatat sekitar 1000 lebih anak yang putus sekolah. Kita lakukan penyisiran dari anak putus sekolah tingkat SD/SMP hingga SMA sederajat.

Yang paling terbanyak ditemukan anak putus sekolah, kata Nana ada di tingkat SMA dan SMP.

“Kami menawarkan kepada anak putus sekolah tersebut melanjutkan ke sekolah berstatus negeri atau swasta. Yaa kalau sudah melewati usia disarankan untuk mengikuti program kejar paket A, B atau C,” ujar Nana.

Ia melanjutkan, wajib belajar ini menggunakan baiaya APBD program Tangcer atau BOP, memang besaran nilai anggarannya kita belum mengetahui secara pasti. “Anggarannya masuk dalam program Tangcer dan BOP untuk sekolah, belum dirinci. Nanti setelah tercatat semua anak-anak tersebut akan dilanjutkan sekolahnya pada tahun ajaran baru,” ucapnya menjelaskan.

Tim Satgas Wajib Belajar yang dibuat oleh Pemkot melibatkan unsur dari tingkat RT, RW, Lurah, Camat dan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) yang ada di Kota Tangerang.

Nana lebih dalam menegaskan, lantaran yang mengetahui warga yang putus sekolah pasti dari bawah yakni para RT dan RW, maka itu kami melibatkan mereka.

Amarno Y Wiyono, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang, menganggap saat ini masih ada anak yang mengalami putus sekolah dengan sejumlah faktor. Dirinya mengungkapkan, adanya Satgas Wajib Belajar dari tingkat RT dan RW bisa menekan anak-anak putus sekolah.

“Jadi jangan sampai ada anggaran sebesar 1,12 Triliun masih ada anak putus sekolah di kota ini,” ucap politisi Gerindra ini menjelaskan.
Lanjut Amarno, bahwa pihaknya rutin melakukan pengawasan anggaran dan program pendidikan gratis setiap 3 bulan sekali. Kita rutin melakukan hearing dengan Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

Menurut Amarno, setelah nanti di data maka disarankan bekerjasama dengan lembaga non formal. Jadi nanti sistemnya ada juga yang mengejar sekolah paket, misalnya yang tidak lulus SMP paket B dan yang tidak lulus SMA mengikuti Paket C.

Yang terpenting anak anak di Kota Tangerang mempunyai ijasah dan tidak berhenti sekolah,” paparnya.

“Sekarang sudah ada Satgas Wajib Belajar dan ada pos anggarannya, tinggal eksekusinya seperti apa dan nanti tekait pelaksanaannya akan kita pelototi. Jangan sampai salah penggunaan,” pungkasnya. (deden)

Disarankan
Click To Comments