Komisoner RI Ini Beberkan Alasan Pola Partisipasi Pilkada kerap Turun

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi menyatakan bahwa Program Rumah Pintar Pemilu ini adalah program nasional, ada sejumlah alasan sebab musabab mengapa partisipasi Pilkada turun.

Faktor yang mempengaruhi kenapa partisipasi menurun, disebabkan beberapa faktor yaitu persoalan administratif dan persoalan politik.

“Persoalan politik misalnya orang tidak datang ke tempat pemilihan, itu juga bagian dari persoalan politik dan dipastikan tingkat partisipasi Pilkada kerap turun alias rendah. Lalu soal administratif misalnya orang yang meninggal dan sudah pindah rumah tetapi tetap masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) itu juga mempengaruhi tingkat partisipasi,” terangnya kepada PenaMerdeka.com, Kamis (20/4).

Lanjut Pramono menegaskan, bahwa persoalan yang harus diperbaiki oleh KPU adalah bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih. Dan juga informasi kepemiluan yang harus sampai ke masyarakat.

“Nah rumah pintar pemilu juga bagian dari itu. Bukan hanya perpustakaan saja tetapi juga sumber pengetahuan, jadi informasinya dapat tersentral di sini. Tujuannya supaya meminimalisir partisipasi Pilkada turun,”jelasnya

Menurutnya KPU Kota Tangerang juga punya cara memikirkan secara strategis menghadirkan orang ke Rumah Pintar Pemilu ini, tentunnya kata Pramono harus disertai langkah langkah kreatif menghadirkan orang. Proses Demokrasi bukan hanya Pemilu saja, tetapi bagaimana rakyat kita semakin melek politik dan paham bagaimana punya hak secara sadar punya rasa tanggung jawab ikut menentukan nasib kedepan.

“Kita harapkan kantor KPU Kota Tangerang makin ramai dengan kehadiran masyarakat, jadi jangan sampai proses Demokrasi kita sunyi karena kurangnya partisipasi,” kata Pramono.

Jangan hanya prosesi lima tahunan sekali, tetapi menggugah masyarakat ikut terlibat bukan hanya mencoblos tetapi ikut menikmati pesta demokrasi itu. Jadi itu merupakan alasan mengapa masyarakat ber-partisipasi Pilkada turun dalam setiap penyelenggaraanya. (herman)

Disarankan
Click To Comments