Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Banten Siap Berdayagunakan Fasilitator Daerah Untuk Lanjutkan Praktik Baik

0 66

PANDEGLANG, PenaMerdeka – Sejak 2012, USAID PRIORITAS  telah bekerja bersama 7 pemerintah kabupaten di Banten yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang. Dengan mengadakan pelatihan fasilitator daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar,

Kemitraan ini melibatkan 94 sekolah dan madrasah mitra, 35.887 siswa, dan 2.257 guru dan tenaga kependidikan lainnya yang telah merasakan manfaat program USAID Prioritas.

Rifki Rosyad, Koordinator Provinsi Banten USAID PRIORITAS dalam pertemuan penutupan program tingkat kabupaten menjelaskan bahwa fasilitator daerah (Fasda) menjadi aset berharga daerah untuk melanjutkan praktik baik yang sudah dimulai.

“Fasda di Banten berjumlah hampir dua ratus lima puluh orang. Mereka ini adalah aset berharga daerah. Mereka juga agen perubahan pendidikan yang dapat menyebarluaskan kepada tenaga pendidik lain yang belum dilatih,” kata Rifki.

Hadir dalam pertemuan penutupan program di Kabupaten Pandeglang pada Kamis kemarin (20/4), Salman Sunardi Kadisdik yang mengapresiasi kontribusi dan bantuan yang diberikan USAID PRIORITAS selama kurun waktu 5 tahun di Pandeglang.

Dia mengatakan komitmennya untuk mendiseminasikan dampak program kepada non mitra sesegera mungkin dengan melibatkan para fasda yang sudah dilatih.

Menurutnya, fasilitator daerah telah mumpuni dalam pembelajaran dan manajemen sekolah yang perlu disebarluaskan kepada non mitra.

Tak lupa Ir. Girgiyantoro, Asda II Bidang Ekbang Kesra yang turut mendengarkan laporan capaian dan perkembangan program USAID PRIORITAS menyambut baik rencana Kadisdik untuk menindaklanjuti praktik baik pendidikan dasar yang sudah dimulai melalui diseminasi pelatihan di kecamatan lain.

“Saya ingin program USAID PRIORITAS dapat dirasakan juga kepada mereka non mitra, tidak hanya di Kecamatan Mandalawangi dan Bojong saja. Ini menjadi tanggungjawab bersama, termasuk fasilitator daerah,” katanya.

Salah seorang diantaranya yaitu Eutik yang telah dilatih USAID PRORITAS dari Kabupaten Pandeglang mengungkapkan . Setelah saya dapat pelatihan, saya terapkan metode yang melibatkan siswa di kelas, tidak ada lagi parade ceramah di kelas.

“Dulu sebelum bergabung dengan USAID PRIORITAS, saya tidak paham bagaimana mengajar IPA yang menarik untuk siswa. Alhasil pembelajaran jadi menyenangkan, menarik dan siswa dapat menemukan sumber belajar sendiri,” kata Eutik.

Pengalaman serupa juga diungkapkan Sobariyah, salah seorang kepala sekolah di kecamatan Mandalawangi, Pandeglang yang berbagi pengalaman praktik baik. Dia bersama dengan tiga orang siswa berhasil mendemonstrasikan uji sederhana tentang tekanan udara ke hadapan puluhan peserta yang hadir.

Berbeda dengan Eutik, Didik Kuswinarto, salah seorang fasilitator daerah usaid dari Kabupaten Lebak, bisa berbagi pengalaman serta dapat menerapkan ilmu tersebut untuk sehari-hari setelah dilatih USAID PRIORITAS Banten.

“Kini saya bisa berbagi pengalaman mengajar bersama rekan pendidik dari kabupaten/kota mitra USAID PRIORITAS provinsi lain. Ini menambah wawasan karena bertukar ilmu dan pengalaman kemudian bisa saya terapkan dalam pembelajaran sehari-hari di sini,” jelasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Lebak penutupan program USAID PRIORITAS berlangsung pada hari ini (21/4) turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Bappeda Hj. Virgojanti dan Kadisdikbud H. Wawan Ruswandi.

Di sela-sela diskusi keberlanjutan program USAID PRIORITAS, Wawan mengungkapkan kebanggaannya telah memiliki 29 fasilitator daerah terlatih asal Lebak. Karena fasda ini menjadi aset daerah untuk memperkuat akses pemerataan pendidikan berkualitas yang masih rendah di Kabupaten Lebak.

Memperkuat komitmen Pemkab Lebak dalam peningkatkan mutu pendidikan dasar, Kepala Bappeda ingin fasda dapat menindaklanjuti praktik baik di wilayahnya masing-masing.

Dia juga berharap para fasda menjadi pejuang pendidikan mengingat pentingnya pendidikan dasar berkualitas yang masih dibutuhkan di Kabupaten Lebak.

Untuk mendiseminasikan modul pelatihan kepada non mitra di Banten, telah dilaksanakan replikasi pelatihan yang melibatkan 2.584 sekolah, 20.785 guru, 2.756 kepala sekolah dengan anggaran sebesar Rp 2.885.164.000.

Baik Eutik maupun Didik merupakan para fasda yang terlatih dalam pembelajaran dan manajemen sekolah di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. (penamas)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli