Miskomunikasi AP II Disebut Jadi Kendala Penggusuran Warem Kali Prancis

by 2017-05-11 0 comments

warem kali prancis tangerang

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Alotnya penertiban bisnis warung remang remang (Warem) Kali Prancis rupanya semakin meresahkan warga di Kecamatan Benda, Kota Tangerang, persoalannya disebutkan tidak ada koordinasi antara PT Angkasa Pura II selaku pemilik lahan dengan Pemkot Tangerang.

Pada Kamis (11/5/2017) ini, Satpol PP Kota Tangerang menggelar rapat koordinasi dengan pihak Angkasa Pura II, pihak Kecamatan Benda serta jajaran TNI dan unsur Kepolisian membahas soal rencana penertiban warem tersebut.

“Hasil dari rapat ini nantinya pihak AP II akan membuat surat kepada pak Arief R Wismansyah untuk meminta bantuan penertiban tempat mangkalnya PSK itu,” ujar Mumung Nurwana Kasatpol PP Kota Tangerang kepada PenaMerdeka.com.

Dirinya menjelaskan, AP II mungkin saja tidak tahu kalau Kota Tangerang mempunyai Perda pelarangan miras dan praktik prostitusi. Maka itu mereka tidak mengkomunikasikan persoalan ini. Ketika menertibkan lahan seyogyanya pemilik lahan harus tahu. Ini kata Mumung ada miskomunikasi, sebelum datangnya bulan suci Ramadhan akan kita tertibkan.

Baca juga:  Eksodus PSK Dadap Menjamur ke Kota Tangerang, Dijaring Satpol PP

Mumung melanjutkan, Satpol PP Kota Tangerang jauh jauh hari sudah memiliki agenda untuk menertibkan lokasi Warem Kali prancis. Hanya saja baru kali ini saja dengan AP II ketemuan sekaligus membahas persoalan ini.

“Saat kami sempat menggelar operasi dan berhasil mendapatkan ratusan miras, alat kontrasepsi dan puluhan PSK serta langsung dibawa ke Panti Sosial. Itu merupakan gambaran kalau kita sejak awal sudah proaktif,” ungkapnya.

Mumung menambahkan, nantinya setelah dilakukan penertiban lahan tempat berdirinya Warem kali Prancis rencananya AP II akan membuat kawasan itu sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Jika tidak dilakukan demikian maka potensi tempat prostitusi tersebut bakal menjamur kembali.

“Ini merupakan desakan dari masyarakat juga yang sudah resah dengan keberadaan tempat prostitusi di wilayahnya itu,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Benda, Kota Tangerang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang segera melakukan penertiban dan menggusur Warem Kali Prancis lantaran bisnis prostitusi tersebut ditenggarai sudah meresahkan warga.

Baca juga:  DPRD Minta Pemkot Tangerang Gusur Tempat PSK Kali Prancis

Bahkan, ormas Islam ini sudah melayangkan surat protes menolak atas keberadaan tempat tersebut kepada kecamatan setempat dengan nomor surat 009/SP/DPC-FPI/Benda/VII/1438 kepada pihak Kecamatan Benda.

“Kami menuntut Pemkot Tangerang supaya melakukan penertiban Warem Kali Prancis karena disana terdapat kafe liar yang didalamnya ada praktik prostitusi terselubung,” kata H. Lukman kepada PenaMerdeka.com, beberapa waktu lalu.

Lukman beralasan, ajang maksiat di wilayah itu belakangan semakin transparan alias terbuka maka itu harus segera dilakukan penggusuran usaha esek esek tersbut. Bahkan kafe mini, karaoke mini dan pedagang miras sudah bercampur dan semakin menjamur.

“Surat yang sudah dilayangkan ke Kecamatan Benda supaya ditindaklanjuti ke Pemkot Tangerang. Mudah-mudahan mendapat respon cepat dan penggusuran Warem Kali Prancis segera terealisasi, jangan sampai kota berjuluk Ahlakul Karimah ini ternodai,” ungkapnya.

Sementara pihak AP II mengaku kesulitan berkomunikasi belum mau memberikan komentar banyak karena saat ini sejumlah pejabat di lingkup AP II tersebut merupakan pejabat baru.

Baca juga:  Satpol PP Kota Tangerang harus Berikan Efek Jera Pelanggar Perda Miras

“Kami belum bisa menjelaskan panjang lebar, saya masih baru menjabat di sini mas. Nanti kita komunikasi lagi,” kata Boni bagian asset lahan AP II. (herman)

kompetisi potret Banten

Komentari Berita Ini

Tidak ada komentar

Melompat ke kolom komentar

Belum ada komentar!

Anda dapat menjadi orang pertama yang menulis komentar.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.