Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Ratusan Penghuni Lapas Kelas II A Tangerang Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

0 290

remisi khusus hari raya

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pada momen hari raya Idul Fitri 1438 tahun ini, ada sekitar 516 penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tangerang yang sudah mengajukan pengurangan masa hukuman atau remisi khusus bagi penghuni yang bergama islam.

Dari 516 penghuni Lapas yang telah mengajukan remisi itu diantaranya dengan kasus pidana umum sebanyak 313 napidana, kasus Narkoba dengan PP Nomor 99 Tahun 2018 2 narapidana. Sementara, yang tidak terkena PP tersebut yakni ada 201 narapidana kasus Narkoba.

“Penghuni lapas yang mengajukan remisi khusus hari Raya Idul Fitri tahun 1438 H itu dari jumlah total 2.491 narapidana penghuni dalam Lapas,” kata Muji Widodo, Kalapas Kelas II A Tangerang kepada PenaMerdeka.com, Sabtu (24/6).

Menurutnya, nanti ketika hari H lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah besok ada 1 orang yang bebas murni sedangkan, yang bebas karena mendapatkat remisi itu ada sekitar 3 napi dan pembebasan bersyarat (PB) ada dua narapidana Lapas Kelas II A Tangerang.

“Jadi secara keseluruhan besok ada 6 penghuni Lapas yang bebas karena mendapatkan remisi khusus pada tahun ini,” ungkapnya.

Sementara itu Tommy Ardy Kasubsie Registrasi Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang menjelaskan, bahwa dalam pengajuan pengurangan masa hukuman itu diberikan terhadap penghuni lapas pada momen besar kegamaan.

Selain itu, untuk remisi umum sendiri itu diberikan kepada semua penghuni lapas seperti halnya pada momen perayaan kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada setiap 17 Agustus.

“Kalau remisi khusus itu diberikan kepada penghuni Lapas seperti di momen Idul Fitri ini, berbeda dengan remisi umum itu semua penghuni Lapas mendapatkan haknya untuk mengajukan pengurangan masa hukumum,” terangnya.

Tommy juga menambahkan, bagi narapidana yang berhak mendapatkan remisi itu tergantung apakah napi tersebut terkena aturan dari PP Nomor 99 Tahun 2012 atau tidak. Kalau memang napi itu terkena PP tersebut, ia harus menjalankan sepertiga masa tahanan yang sudah ditentukan.

Sementara bagi napi yang tidak terkenak aturan ini diwajibkan untuk menjalani masa tahanannya dulu minimal 6 bulan.

“Seperti contoh dia (Narapidana – red) mendapatkan hukuman 5 tahun 4 bulan jadi harus menjalani 1 tahun 9 bulan 10 hari itu harus dijalani dulu baru mendapatkan pengurangan masa hukuman tapi, kalau bagi napi yang memiliki kasus pidana umum itu 6 bulan berada dalam Lapas itu berhak mendaptakan remisi khusus seperti di momen Idul Fitri ini,” pungkasnya. (herman)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...