Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Dianggap Belum Pantas, Tangsel Tolak Anugerah Kota Layak Anak 2017

0 57

TANGSEL,PenaMerdeka – Bertepatan 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Sabtu (22/7) kemarin di Pekanbaru telah memberi anugerah kota layak anak 2017 kepada 126 Kabupaten/ Kota sebagai Kota Layak untuk Anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan, sesungguhnya belum ada Kabupaten/Kota yang sesuai kategori tersebut, yang ada hanyalah Kabupaten/Kota yang dikategorikan baru dalam tahap menuju layak anak.

Dari 126 Kabupaten/Kota yang mendapat predikat menuju kota Layak Anak, salah satunya adalah Kota Tangerang Selatan. Kota yang bersebelahan dengan Ibukota Negara ini memperoleh predikat Pratama. Predikat ini sebagai predikat terendah atau perintis dari lima predikat yang ada.

Mesti sebagai peringkat terendah, LBH Keadilan berpendapat, anugerah Kota Layak Anak predikat pratama tidak pantas disematkan kepada Kota Tangerang Selatan.

“Hal ini bukan tanpa alasan, beberapa waktu lalu LBH Keadilan mempertanyakan kerja Pemkot Tangerang Selatan dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap anak,” kata Direktur LBH Keadilan Abdul Hamim Jauzie, Senin (24/7/2017).

Dalam kurun waktu sekitar April-Mei, terjadi 6 peristiwa pencabulan anak di bawah umur terjadi di Tangerang Selatan. Keenam kasus tersebut termasuk kasus pencabulan oleh tukang ojek terhadap bocah beruisa 6 tahun saat mengantarnya ke sekolah.

Kasus pencabulan oleh penjual soto terhadap bocah yang masih berusia 7 dan 6 tahun, dan kasus pencabulan oleh pemulung yang merupakan tetangga yang berusia 3 tahun.

Tiga kasus lainnya ialah kasus pencabulan pada sebuah hotel di Ciputat, pencabulan bocah yang berusia 17 tahun di Serpong, dan kasus pencabulan guru home schooling atas murid didiknya berusia 14 tahun.

Jelang pemberian anugerah Kota Layak Anak yang diterima Tangerang Selatan, publik dikejutkan kembali dengan peristiwa kekerasan seksual dengan korban tiga orang anak. Tidak tanggung-tanggung, salah satu korban bahkan sampai melahirkan dua kali. (yoyo)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...