Disebut Dapat 1 Menteri, Yandri : PAN Ogah Disebut Gede Rasa

Partai Amanat Nasional (PAN) dalam issu resuffle yang sedang gencar diberitakan media disebut akan mendapat jatah menteri kendati partai pimpinan Zulkifli Hasan ini mengaku tidak ingin kegeeran dan menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Siapapun berpendapat, kita hormati. PAN tidak akan jumawa. Sampai saat ini sudah hampir satu tahun PAN bergabung, kita santai-santai saja,” ungkap Ketua DPP Yandri Susanto.

Yandri pun menyebut, tak pernah ada kontrak politik antara PAN dengan pemerintah saat menyatakan bergabung akhir tahun lalu.

PAN kata Yandri kembali menerangkan, dari reshuffle pertama ganti 3 menko, pihaknya tidak pernah mendesak. “Tidak pernah meminta menteri dan tidak pernah ngoyo, tidak pernah sodorkan nama supaya menjadi menteri, tidak pernah minta menteri ini atau itu digeser,” jelasnya.

Ia melanjutkan, PAN bergabung dengan pemerintah komitmennya hanya untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Nggak ada satu pun klausul seperti itu,” lanjut Yandri.

Meski begitu, jika memang nantinya PAN diajak masuk dalam Kabinet Kerja, Yandri menyebut pihaknya akan menyiapkan kader terbaik. Namun jika tidak, PAN dengan sukarela menerimanya.

“Reshuffle kabinet domainnya bapak Presiden. Kami sebagai parpol, kami hormati hak prerogatif Presiden itu. Kita hormati saja, kalau misalnya nanti ada reshuffle dan diajak atau tidak diajak, bagi kami posisi sama,” tandas Yandri menjelaskan. (puji/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah