Soal Indikasi Ponpes Radikal, Dewan Kota Serang : Patut Ditindaklanjuti

Ponpes Radikal, Dewan Kota Serang : Patut Ditindaklanjuti

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Kementerian Agama (Kemenag) RI kendati belum membeberkan secara pasti telah melansir di Indonesia disinyalir ada Pondok Pesantren (Ponpes) radikal. Wilayah Serang banyak tercatat berdiri Ponpes, sejumlah pihak menyatakan bahwa informasi tersebut patut ditindaklanjuti.

Seperti diketahui bahwa wilayah Banten termasuk Serang merupakan basis Ponpes tempat masyarakat muslim menuntut ilmu keagamaan. Sampai saat ini pihak Kemenag masih merahasiakan tempat dan nama pondok yang diduga berhaluan radikal.

Subadri Ushuludin, Ketua DPRD Kota Serang, menanggapi informasi dugaan Ponpes radikal mengatakan, di Kota Serang ada banyak Pondok Pesantren yang memiliki kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia.

Namun, dia meyakini di Kota Serang soal potensi Ponpes berhaluan melawan kedaulatan negara sangat kecil. Sebab, sejauh ini koordinasi dengan sejumlah lembaga pendidikan berjalan baik.

“Kendati begitu, informasi dari Kemenag patut ditindaklanjuti dan dibahas oleh stackholder termasuk oleh Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP),” ucapnya kepada wartawan, Kamis (5/10/2017).

Lebih jauh kata politisi Partai Golkar ini meminta kepada masyarakat mulai memperhatikan perkembangan anaknya. Karena potensi melawan Pancasila atau negara bukan hanya di Ponpes radikal saja.

Tetapi ia menegaskan, harus diwaspadai jangan sampai mereka masuk dalam lingkungan terindikasi radikal. Ini merupakan tugas bersama kita.

“Kedepan tidak ada lagi lembaga pendidikan yang disalahgunakan untuk kepentingan tertentu yang bersifat merusak ideologi Pancasila.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menyebut disinyalir di Indonesia ada puluhan Ponpes radikal.

“BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) menyebutkan beberapa pesantren lebih dari 10 (terindikasi radikal),” kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, di kantornya, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari laman Kemenag.co.id, Kamis 5 Oktober 2017.

Kamaruddin tak menjelaskan lebih detail nama pesantren dan lokasi pesantren yang terindikasi radikal, hanya menyebutkan di daerah Pulau Jawa dan luar Jawa.

Maka, dari Kemenag RI bekerja sama dengan instansi terkait melakukan komunikasi untuk melakukan pengawasan antisipasi eksistensi Ponpes radikal. (rhn)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah