Diskusi Publik Forwat dan Aktivis Bakal Kupas Soal Polemik Aset Negara

diskusi polemik aset negara

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Persoalan aset negara yang ada di daerah Tangerang Raya disebutkan sejumlah pihak hingga kini masih menjadi polemik kepentingan.

Kata Tatang Sago, Ketua Aliansi LSM Tangerang Raya mengatakan, hingga saat ini persoalan aset masih menuai masalah, salah satunya soal keberadaan lahan milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Kemenkum HAM) RI yang ada di Kota Tangerang.

Bahkan aset negara berupa lahan seluas ratusan hektar itu kini diduga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tidak terkecuali yang diduga melibatkan Pemerintah Daerah.

Berangkat dari persoalan tersebut menurut Tatang, perlu dilakukan pembenahan dan penertiban aset yang ada diwilayah Tangerang Raya agar tidak  menuai masalah dikemudian hari.

“Persoalan lahan aset di Wilayah Tangerang Raya sampai saat ini masih menjadi polemik. Seperti lahan Kemenkum HAM yang ada di Kota Tangerang itu banyak bermasalah,” ucapnya kepada PenaMerdeka.com, Selasa (7/11/2017).

Atas dasar itu sambung Tatang, pihaknya bersama aktivis penyelamat aset negara se-Tangerang Raya diantaranya, Dodi AR Kotok dari Tangerang Corupption Watch ( TCW), Akhwil Ramli dari Lembaga Pembela Hak Indonesia (LPHI ), H. Febri dari Komunitas Love Tangerang (Kilat)  dan Forum Wartawan Tangerang ( Forwat ) bakal menggelar diskusi publik mengupas persoaln tersebut.

“Kami libatkan Forwat sebagai penyelenggara acara. Kita akan undang semua pihak terkait, seperti Kejati Banten, Gubernur, Dirjen Kemenkum Ham, Walikota dan Bupati se Tangerang Raya, Ketua DPRD se-Tangerang Raya, Advokat dan para aktivis,” paparnya.

Sementara Ketua Forwat, Andi Lala mengatakan bahwa kegiatan diskusi publik itu memang menjadi agenda rutin setiap tahunnya.

Sebelumnya Forwat juga pernah melaksanakan kegiatan diskusi terkait persoalan yang ada di wilayah Tangerang, seperti dalam persoalan Pembentukan Forum CSR dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

“Diskusi publik memang menjadi agenda rutin Forwat. Ya, kami apresiasi usulan diskusi soal aset negara yang ada di daerah. Insyallah kita akan agendakan dalam waktu dekat,” katanya. (aputra)

Disarankan
Click To Comments