Begini Cara PMII Kota Serang Peringati Hari Pahlawan

Hari Pahlawan PMII

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Serang menggelar refleksi hari pahlawan di Halte Ciceri, Kota Serang, Kamis (9/11/2017).

Kegiatan juga dilanjutkan dengan aksi longmarch dan doa bersama di Makam Pahlawan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Provinsi Banten.

Pantauan di lokasi, para mahasiswa dalam peringatan hari pahlawan ini mulai berkumpul memadati halte Ciceri sejak pukul 14.00 WIB. Para mahasiswa bergantian memberikan pernyataannya melalui orasi secara bergantian. Ada pula yang memberikan bunga dan menyebarkan foto para pahlawan bangsa kepada pengguna jalan.

Dalam orasinya mahasiswa menilai, para pemuda saat ini belum menauladani para pejuang yang dulu pernah berjasa memerdekakan Indonesia.

Menurut PMII, seharusnya banyaknya penetapan pahlawan oleh Presiden Joko Widodo harus dibarengi dengan banyaknya para pemuda yang dalam momen peringatan hari pahlawan ini bercermin kepada pejuang jaman dahulu.

Lebih lanjut aksi mahasiswa berlanjut melakukan longmarch dan orasi. Tidak sampai disitu, mahasiswa secara bergantian melakukan doa bersama sekaligus melakukan deklarasi pahlawan idealis.

Deklarasi dilakukan sebagai upaya menangkal pragmatisme di kalangan pemuda. Selain itu, dalam momen hari pahlawan ini juga seharusnya nilai nilai pragmatis jangan merasuk pada kalangan mahasiswa. Sebab PMII menganggap tidak sesuai dengan kultur dan harapan pejuang itu sendiri.

“Dalam momen ini kita tentunya tidak ingin mengkhianati para pejuang, makanya kita ingin pemuda zaman now ini dapat mengambil peran pembangunan,” kata Sekretaris Umum PMII Cabang Kota Serang, Zaenal Alimin, ditemui disela kegiatan.

Ia mengatakan, jika semua pemuda sudah sepakat para pahlawan sebagai tauladannya maka tidak akan ada pemuda atau mahasiswa yang mengkhianati Pancasila alias menyimpang.

Lebih lanjut kata Zaenal, kedepan tidak akan muncul lagi mahasiswa yang hanya menggadaikan idealismenya untuk kepentingan sesaat. Demikian juga dengan pemuda, tidak bagus jika saling menghujat.

“Sebab tidak sejalan dalam peringatan hari pahlawan, sekarang seolah peran mahasiswa dan pemuda di masyarakat masih minim, padahal setiap tahun mahasiswa baru di semua kampus selalu bertambah,” tandasnya. (rhn)

Disarankan
Click To Comments