Mediasi Konflik Ojek di Kota Serang, Kapolres : Tidak Bahas Regulasi

 

mediasi konflik ojeg b

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Konflik antara Ojek Pangkalan (Opang) dan Ojek Online (Gojek) di Kota Serang memasuki mediasi. Hanya saja menurut Kapolres Kota Serang AKBP Komarudin menyebut upaya mediasi konflik ojek lebih fokus untuk perdamaian kedua belah pihak.

Pada mediasi yang berlangsung di Aula Setda Kota Serang selain dihadiri Kapolres Kota Serang, AKBP Kommarudin, hadir pula Asda I Kota Serang, Nanang Saepudin dan juga perwakilan dari Dinas Perhubungan Kota Serang, Dandim dan juga Dishub Banten.

Dalam mediasi konflik ojek menurut Kommarudin, pembahasan solusi dan kesepakatan. Hanya untuk pembahasan regulasi saja.

“Kalau kita bahas soal regulasi, maka saya harus bicara dengan tegas, Ojek Pangkalan (Opang) maupun Ojek Online (Ojol) tidak mempunyai izin,” tegas Komarudin di aula Setda Kota Serang, Kamis (16/11/2017)

Dalam upaya mediasi konflik ojek ini ia juga menerangkan soal UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum tidak mengatur tentang kendaraan roda dua sebagai angkutan umum.

“Saya tegaskan, tidak ada aturan dalam UU terkait hal ini, oleh sebab itu pembahasan mediasi ini saya harap tidak berbicara tentang regulasi, namun tentang solusi berdampingannya,” lanjutnya.

Kommarudin menghimbau, kepada para pihak agar dapat saling menghargai usaha dari masing-masing warga dalam mencari nafkah.

“Mediasi konflik ojek ini juga harus dimaknai bahwa setiap Warga Negara Indonesia (WNI) berhak untuk mendapatkan hidup yang layak di muka bumi,” ujarnya. (rhn)

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah