Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Warga Sesalkan Area KP3B Kerap Jadi Arena Balap Liar Motor

BANTEN,PenaMerdeka – Warga Curug, Kota Serang menyesalkan soal area jalan utama Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) menjadi arena balap liar motor sekelompok pemuda yang berlangsung kerap setiap malam.

Warga khawatir keberadaan para pembalap roda dua liar tersebut memicu terjadinya perkelahian antar kelompok pemuda itu sendiri. Apalagi disebutkan pastinya mengganggu pengguna jalan yang melintas di Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, Sukajaya, Curug, Kota Serang tersebut.

Warga setempat juga merasa aksi balap liar itu merasa terganggu kenyamanannya karena suara knalpot dari motor yang ditungganginya menimbulkan kebisingan.

Informasi yang diperoleh PenaMerdeka.com, kegiatan liar yang dilakukan pemuda usia tanggung itu sudah berlangsung sejak lama. Mereka pada malam kerap memadati area KP3B melakukan aksi adu kecepatan motornya masing masing.

Yang menang di arena pada mendapatkan ‘sesuatu’ yang sudah disepakati.

Kekhawatiran warga atas aksi itu lantaran balapan liar motor tersebut dibarengi dengan kegiatan negatif lainnya seperti mabuk dan lainnya. Biasanya, para pemuda melakukan aksinya pada pukul 23.00 wib hingga pukul 04:00 WIB dini hari.

Apalagi Kamis dan Sabtu malam, keramaian bisa sampai menutup separuh jalan utama KP3B.

“Saya sudah mencoba memberikan masukan dan melarangnya, kalau bisa yaa mencari tempat lain, tapi susah namanya anak muda,” kata Andamui Isman (39), warga setempat pada wartawan, Senin (25/12/2017).

Ia menjelaskan, aparat kepolisan belum pernah menertibkan aksi balap liar itu. Padahal, ujar dia, keberadaanya sudah sangat mengkhawatrikan. Menurut Isman, semakin larut aksi mereka semakin brutal, sebab, saling caci maki antar geng motor antar kelompok pemuda tersebut.

“Saya berharap, ada sikap yang dilakukan oleh Pemkot Serang atau aparat kepolisian yng ada. Saya khawatir mereka mengganggu warga sekitar,” ucapnya.

Ia menuturkan, dirinya sering menyaksikan langsung selain melakukan balap liar, kelompok pemuda tersebut juga mabuk mabukan dan melakukan aksi tidak senonoh. Kelompok pemuda, kata Isman, terdiri dari laki laki dan perempuan usia produktif 18-24 tahun. (rhn/arif)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan