Kasus Penyakit Difteri di Kabupaten Bekasi Negatif

0 31

KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memastikan delapan kasus penyakit difteri yang menyerang warganya beberapa pekan lalu tidak terbukti. Setelah diperiksa lebih lanjut lagi, penemuan kasus itu dinyatakan negatif.

”Sebelumnya ditemukan delapan kasus, tapi itu suspect atau baru terjangkit. Sesudah diperiksa lebih lanjut, tidak ada atau negatif. Jadi pada wilayah kami bebas,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti.

Menurut Sri, ditemukannya kasus pemyakit difteri di Kabupaten Bekasi ini berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat. Selain Kabupaten Bekasi, ada 23 kasus ditemukan juga di Kota Bekasi. Jumlah itu melengkapi kasus di Jabar menjadi 224 kasus dari 23 kabupaten/kota.

Bahkan, sebanyak 15 orang yang berada di wilayah Jawa Barat dinyatakan sudah tutup usia. Setelah mendapatkan laporan itu, Dinkes Kabupaten Bekasi langsung melakukan penelurusan. Hasilnya, delapan orang yang terindikasi tersebut hanya menyerupai saja.

”Setelah dilakukan pemeriksaan, tim dokter menyatakan itu bukan difteri,” ujarnya.

Eni menuturkan, delapan pasien suspect itu, masih berusia sekolah yakni berusia 7-15 tahun. Meski delapan kasus dinyatakan negatif, Enny memastikan program pencegahan akan terus berlanjut melalui imunisasi.

Hingga Juli 2018 nanti, imunisasi terus dilakukan baik melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun jemput ke sekolah-sekolah yang berada disekitar wilayah bekasi.

Eni mengakui, pemerintah setempat sudah melakukan imunisasi sejak akhir tahun lalu dengan targetan sebanyak 1.100.446 orang tervaksinasi. Sedang, hingga Januari ini baru sekitar 600.000 orang dengan targetan imunisasi penyakit difteri kepada warga hingga Juli mendatang. (ers/ewy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...