Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Pemaparan Diklat PIM Nasional, WH : Laporkan Jika Diinterpensi Kepala Daerah Saat Musim Pilkada

71

Perjalanan Calon Gubernur Banten ini memang menarik disimak, pasalnya H. Wahidin Halim kendati sudah tidak menjabat walikota tetapi kesibukan sebagai pimpinan DPR-RI asal Fraksi Demokrat tidak lantas lupa menurunkan transfer ilmu pemerintahan ke para birokrat se-Indonesia, hal ini tertuang dalam acara Diklat PIM 2 yang berlangsung di Gedung Badiklat Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (27/4).

Sebelumnya WH memang sempat tercatat sebagai pengajar di sejumlah kampus seperti UNPAD, IPDN, dan UNAS dan sekarang WH intens di Badiklat Kemedagri mengajar pegawai, pejabat, kepala daerah dan DPRD yang mengikuti diklat kepemimpinan.

Dalam acara bertema “Best Practice: Strategi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah banyak sekali peserta diklat yang merespon sekaligus mengapresiasi penyampaiannya ilmu pemerintahan dari WH.

Dalam paparannya, ia menyampaikan isu strategis dan aktual yang terjadi pasca perubahan UU Pemerintahan Daerah dan UU Pilkada yang saat ini dalam proses revisi kedua masih berjalan di Panja Komisi 2 DPR RI.

“Terbitnya UU Aparatur Sipil Negara (ASN) hakekatnya untuk melindung aparatur pemerintahan baik di pusat maupun daerah. Anda jangan sungkan dan ragu bila mengalami intervensi atau ketidakadilan kebijakan pimpinan soal karir dan posisi jabatan, terlebih sedang ramai musim Pilkada di Indonesia.”

Menurutnya, pondasinya sudah jelas bahwa seleksi dan promosi harus sistem merit; adil dan kompetitif juga fairness, bahkan UU melindungi pegawai dari intervensi politik yang semena-mena.

“Adukan saja ke KASN, bila KASN yang tidak responsif segera laporkan ke saya. Karena KASN, MenPAN RB, dan BKN itu mitra kerja Komisi 2,” ujarnya menegaskan.

Lebih jauh WH menjelaskan, untuk menjadi tim efektif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, harus berangkat dari tujuan yang jelas dan pembagian peran sesuai kompetensi.

“Harus ada penghargaan terhadap individu yang berorientasi pada proses dan hasil serta komitme dalam membangun hubungan baik antar sesama tim, baik atasan maupun bawahan,” ungkapnya

“Salah satu ciri tim efektif adalah terbangun informalitas seperti suasana nyaman, santai dan tidak kaku, serta partisipatif dengan melibatkan pegawai untuk diskusi atau berpendapat yang saling menghargai. Pegawai juga manusia, jadi harus dihargai sisi kemanusiaannya,” ujarnya.

“Alhamdulillah, kami beruntung bisa bertemu Bapak (WH) yang juga pimpinan Komisi 2, ada rasa lega mendengar paparannya terutama terkait posisi PNS atau ASN yang pada Pilkada selalu jadi korban politisasi,”ungkap Siti Rahmi Fatmawati, Kepala Badan Ketahan Pangan Pemprov Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan pantauan Pena Merdeka, Siti Rahmi meminta kepada WH memberikan kunci kesuksesan saat memimpin Kota Tangerang kepada kami hingga banyak meraih prestasi, dan memberikan arahan soal kiat bagaimana mengelola birokrasi di tengah tekanan politik DPRD dan aparat hukum.

Yaa, saat itu puluhan pejabat eselon dua dari berbagai daerah memang sedang mengikuti Pendidikan Dan Pelatihan Pimpinan (Diklat PIM 2) di Badiklat Kemendagri, Jakarta. (wahyudi)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...