Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Tragedi Jembatan Putus, KPAI Sebut Lantaran Kelalaian Pemkab Cianjur

CIANJUR,PenaMerdeka – Menyusul tragedy jembatan putus di Kampung Padangsari Desa Karyamukti, Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan prihatin dan menyebut bermula lantaran adanya indikasi kelalaian pemerintah setempat.

Dikabarkan sebelumnya bahwa akses penghubung desa tersebut baru saja rampung dibangun. Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi pada Sabtu (3/2/2018), pukul 23.00 WIB.

Menurut Susianah Affandy Komisioner Bidang Sosial dan Anak Dalam Situasi Darurat KPAI tragedi jembatan putus itu sangat disayangkan. Sebab ia menilai tidak adanya sosialisasi dan informasi beban maksimun muatan kepada masyarakat.

“KPAI telah berkoordinasi dengan Kapolres Cianjur tentang penyebab dan korban putusnya jembatan gantung itu,” kata Susiana, Minggu (4/2/2018).

Kata Susiana melanjutkan, peristiwa bermula saat 7 kendaran bermotor yang berboncengan mengantar tokoh masyarakat di desa tersebut untuk berobat. Satu motor berhasil melewati jembatan, dan 6 motor lainnya dalam laporan warga jatuh.

“Pemkab Cianjur lalai, harusnya memberi pedoman penggunaan jembatan (misalnya motor yang melintas harus bergantian) yang ditempel atau di pasang di papan depan jembatan dari dua arah. Dari 12 korban, 1 orang korban adalah anak-anak yakni S (13 tahun),” ucapnya menegaskan.

Susiana menandaskan, KPAI meminta Pemerintah Daerah untuk segera memperbaiki jembatan putus tersebut mengingat inilah jembatan satu-satunya yang menghubungkan Kampung Parung Cadas, Desa Pusakasari, dengan Kampung Padangsari, Desa Karyamukti. Saat tragedy ini terjadi, sungai di bawah jembatan sedang surut.

Sebelum jembatan tersebut di bangun, saat debet air sungai sedang naik, warga masyarakat dan anak-anak sekolah banyak menggunakan rakit menuju kampung sebelah. Tetapi kondisi jembatan tersebut putus masyarakat kehilangan akses. (uki/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan