Hadir ke KSBB, Camat Karang Tengah Kota Tangerang Sempat Dihadang Sejumlah Orang

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Saat menghadiri pagelaran seni budaya Betawi yang digagas Komunitas Seni Budaya Betawi (KSBB) Karang Tengah, Matrobin, Camat Karang Tengah, Kota Tangerang sempat dihadang sejumlah orang.

Pada kesempatan acara yang berlangsung di kawasan CBD pada Minggu (25/2/2018) Matrobin datang memang selaku pejabat wilayah setempat sebagai tamu undangan.

Camat Karang Tengah itu sempat bingung lantaran sejumlah pemuda datang menghampirinya. Sekitar 10 menit dia terdiam.

Dia mengaku sontak kaget karena tidak menyangka kalau panitia dari KSBB menyambutnya dengan tradisi Palang Pintu yang kerap ditampilkan dalam setiap kegiatan.

Pantun khas Betawi jenaka dilontarkan sejumlah seniman Palang Pintu yang memadukan unsur kesenian beladiri silat tersebut

Sejatinya memang menjadi hal yang dominan dan biasa dalam acara-acara bernuansa seperti itu seniman betawi beraksi sebagai palang pintu. Pasalnya sejak zaman nenek moyang kesenian betawi ini sudah kerap dimunculkan.

“Saya sempat terkejut, karena saya tidak diberi tahu kalau mau dihadang, tetapi saya bangga. Sebab dengan penampilan drama pantun dan aksi silat ciamiknya bisa menghibur banyak pengunjung,” terang Camat Karang Tengah ini kepada PenaMerdeka.com, Minggu (25/2/2018).

Dia melanjutkan, adanya acara tersebut, pihaknya atas nama Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Kecamatan Karang Tengah berharap kepada seluruh perguruan silat Betawi bisa terus melestarikan tradisi Palang Pintu.

“Saya juga sangat yakin, dengan adanya perguruan-perguruan silat Betawi seperti ini bisa menghilangkan hal-hal yang negatif pada kaula muda. Saya juga berharap Pemerintah bisa mengakomodir keberadaan mereka,” jelasnya.

Lebih dalam Camat Karang Tengah mengatakan, tradisi Palang Pintu dan pagelaran seni Budaya Betawi bisa terus berkelanjutan, agar bisa menjadi ikon Kecamatan Karang Tengah, Khususnya Kota Tangerang.

“Kalau bisa rutin setiap tahun, karena tadi kita saksikan awalnya saja sudah bagus dan mudah-mudahan kedepannya bisa lebih bagus lagi,” imbuhnya.

Sementara Madalih, ketua Palang Pintu Beksi Tradisonal H. Hasbullah mengatakan, Palang Pintu merupakan tradisi untuk menyambut seseorang yang sudah ada dari tempo dulu.

“Kita mengikuti konsep yang dari dulu sudah ada, maka kita sebagai generasi penerusnya harus bisa mempertahankan tradisi itu,” terang Madalih.

Dia melanjutkan, tradisi Palang Pintu diperankan oleh 10 sampai dengan 12 orang persatu kelompok dan biasanya diiringi hadroh atau marawis.

“Biasanya ada kepannya, nah, kepalanya adalah emsi dimasing-masing kelompok, sedangkan sisanya adalah pemain yang biasanya adu silat dan saut-sautan pantun,” kata Madalih.

Dirinya juga berharap, para generasi bisa terus mempertahankan tradisi-tradisi seni Betawi, khususnya tradisi Palang Pintu yang kian hari semakin tergusur degan kebudayaan moderen.

“Teruskan perjuangan kami, pertahankan terus kesenian Betawi yang sudah ada dan teruslah mengembangkan kesenian Betawi sampai ketingkat Internasional,” harap Madalih. (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jazuli Abdilah ICMI Kota Tangerang
Disarankan