kanal partai gerindra

Pelaku Tindak Kekerasan Anak Mempunyai Masalah Keluarga

0

Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabangan dan Ranting (LPCR) PP Muhammadiyah Jamaluddin Ahmad terkait tindak kekerasan dan rencana pemerintah untuk memberlakukan kebiri kepada pelaku tersebut menilai hukuman kepada para pelaku masih harus dikaji ulang.

Soal tabiat atas peristiwa Ia kekerasan terhadap Yuyun, 14 tahun, di Bengkulu beberapa waktu lalu bahwa pelaku mempunyai masalah didalam keluarganya.

“Mereka (para pelaku) biasanya bapak ibunya bermasalah, artinya kurang terdidik dan kurang terawasi, coba dibuka latar belakang keluarga para pelaku saya yakin pembinaan agamanya rendah,”kata Jamal kepada wartawan usai membuka Musyawarah Cabang Muhamadiyah di Cipondoh, Minggu (8/5).

Pendidikan anak sejak dini dan membangun kesadaran mulai dari rumah diyakininya dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kalau anak – anak keluyuran pengawasannya kan kurang, sampai orang tuanya tidak tahu anaknya minum apa,”tukasnya

Disamping itu, sekolah harus segera diimplementasikan kepada setiap anak pengetahuan yang mendetail tentang kekerasan dan bagaimana melaporkan nya bila terjadi kepada anak tersebut.

“Anak tidak hanya diajarkan pelajaran pelajaran formal akan tetapi siswa harus ditanamkan untuk menentang kekerasan kepada anak,”imbuhnya.

Opsi hukuman kebiri bagi para pelaku yang yang lantang diteriakan beberapa aktivis dinilai jamal masih perlu dikaji ulang pasalnya setiap hukuman yang dijatuhkan tidak hanya menyakitkan akan tetapi harus membuat jera.

“Itu (kebiri) masih dialektika, meskipun banyak pejabat yang menawarkan opsi itu, tapi saya kira perlu pendalaman lagi,”katanya.

Kendati Jamal menegaskan pilihan hukuman kebiri dapat dijadikan bahan untuk bagaimana menemukan bentuk hukuman yang baik. “Kalau koruptor kan dimungkinkan untuk dihukum mati, untuk pelaku kekerasan itu seperti apa itu nanti perlu didalami agar nanti bisa membuat jera,”tandasnya.

Untuk diketahui Yuyun, siswi Sekolah Menengah Pertama 5 Satu Atap Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejanglebong, menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan 14 tersangka pada 2 April lalu.

Tersangka pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun merupakan anak ABG tanggung. Usia mereka antara 17 hingga 20 tahun. Dari 14 tersangka, polisi masih mengejar dua orang lainnya yang kabur. (aceng)

Zulfikar Demokrat
Baca Berita Lainnya
Puji Rahman Hakim Perindo

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

consequat. leo. Donec amet, ut elementum quis