Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Moneter Merantau di Kota Tangerang, Ia Rela Jadi Tukang Semir Sepatu, Ini Alasannya

0 55

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Menjadi tukang semir sepatu dan jasa pijat mungkin banyak orang mengaggap rendah, namun berbeda dengan anggapan Hendi (42) pria asal Tegal, Jawa Tengah.

Hal itu digelutinya sejak masa krisis moneter 1998 yang melanda Indonesia, pasca itu ia memboyong keluarganya ke Kota Tangerang dengan meninggalkan usaha nasi goreng dibilangan Jakarta, seraya berharap bisa memperbaiki ekonominya.

Saat ditemui Penamerdeka.com, Hendi mengatakan, pihaknya memilih jadi tukang semir sepatu dan jasa pijat di Kota Tangerang, lantaran tidak ingin menjadi beban dan meminta belas kasih dari orang lain.

“Saya hanya tidak ingin menjadi beban orang lain, saya juga ingin bebas tanpa diatur-atur orang lain,” terang Bapak tiga anak itu sambil tersenyum, Sabtu (31/3/2018).

Dia melanjutkan, penghasilan jadi tukang semir sepatu dan jasa pijat sudah sangat cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

“Dari hasil menyemir dan pijit itu halal, berkah dimakan keluarga dan menjadi ibadah untuk saya,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, setiap hari penghasilan maksimalnya jadi tukang semir sepatu dan jasa pijat mencapai Rp200.000, jika sedang sepi masih bisa membawa pulang Rp100.000.

“Lumayanlah, itu sudah cukup buat saya, buktinya anak-anak saya bisa sekolah dan ada yang sudah lulus dan bekerja, iyaa, dari pada saya ngemis dan minta-minta kan malu, saya kan masih gagah dan normal fisiknya,” ujarnya.

Lebih dalam ia mengatakan, tidak mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kota Tangerang, meski kini ia sebagi warga Kota Tangerang.

“Iyya lah KK dan KTP saya Kota Tangerang, tapi saya tidak mau terlalu berharap dengan bantuan, namun jika diberikan saya tidak menolak,” katanya.

Adapun bantuan yang ia dapat, ungkap warga Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah itu, hanyalah kartu multi guna dari Wahidin Halim ketika menjabat jadi Walikota Tangerang.

“Cuma kartu yang dari Bapak Wahidin Halim, untuk yang sekarang ini saya tidak pernah dapat. Mudah mudahan meski masih menjadi tukang semir sepatu tetapi diberikan kesehatan terus,” tandasnya. (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...