Kasatpol PP Kota Serang Ngaku Razia Pedagang Prosedural dan Tidak Tebang Pilih

Kepala Satuan Polisi (Kasatpol) Pamong Praja (PP) Kota Serang, Maman Lutfi mengklaim tidak tebang pilih dalam proses razia penertiban rumah makan, semuanya sudah sesuai protap dan prosedural.

Pernyataan ini menyusul ramainya pemberitaan dan issu di jaringan medsos soal anak buahnya yang mengamankan dagangan milik Saenah (54) seorang nenek yang akhirnya mendapat simpati hingga presiden Jokowi membrikan bantuan dana.

Maman Luthfi dalam kesempatan itu mengaku sebelum razia di warteg-warteg, Satpol PP Kota Serang telah melakukan penertiban di warung-warung besar seperti di mal dan pusat perbelanjaan lainnya.

“Jadi kita mainnya rumah makan besar dulu, itu rute yang terakhir, karena sudah siang. Bukan hanya warteg saja, karena yang besarnya sesuai aturan,” ujar Maman Minggu, (12/6).

Sementara langkah persuasif sudah dilakukan oleh Satpol PP Kota Serang. Maman mentakan pihaknya sudah memberikan surat edaran dan imbauan terlebih dahulu. Surat edaran itu juga ditandatangani oleh Wali Kota Serang Tb Haerul Jaman dan juga MUI Kota Serang.

“Edaran ada kok, ditandatangani wali kota dan MUI. Sebelum melakukan tindakan sosialisasi sudah dilakukan. Surat edaran juga sudah tertempel di kaca warteg,” imbuh Maman.

Maman juga mengungkapkan dalam penyitaan makanan pihaknya sudah sesuai prosedur.

“Iya dong (beri surat penyitaan) itu mah protap. Makanya KTP nya diambil, kalau orang itu mau ngurus silakan ke kantor. Biar saat ngambil kan mereka buat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi,” ujar Maman beralasan. (iday/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah