David Beckham salahseorang yang mengkritik atas kebijakan referendum pemerintah Inggris yang rencananya akan memutuskan keluar dari Uni Eropa.

Menurut mantan bintang Menchester United tersebut, tak semata kekalahan bagi PM David Cameron dan berbagai partai yang menyatakan diri anti-Brexit.

Aksi protes terhadap pemerintahannya karena Beckham mempunyai alasan tersendiri, ada pengaruh ketika keberadaan Inggris menjadi anggota Uni Eropa.

Bukan hanya dirinya yang terkena imbas positif dari berkarir sebagai pemain sepak bola khususnya pemain asal Eropa Daratan.

“Untuk generasi mendatang, kita harus menghadapi masalah di dunia ini bersama-sama dan bukan sendirian,” kata Suami penyanyi Victoria ini menegaskan.

Pemain Britania Raya paling berbakat seperti Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt dan kakak beradik Neville kata Bechkam adalah sejumlah nama yang seharusnya menjadi perhatian.

“Tim kami sangat berpotensi meraih trofi tetapi kami jauh lebih baik dan sukses karena ada penjaga gawang asal Denmark, Peter Schmeichel dan kepempinan pemain Irlandia, Roy Keane serta skill orang Perancis, Eric Cantona,” tambah dia.

Ia kembali menyebutkan, kota-kota besar Eropa dan fans mereka yang bergairah menyambut bukan hanya pemain saja tetapi juga keluarganya. “Saya dan keluarga diberikan kesempatan menikmati keunikan, keramahan dan kebudayaan, tutur Beckham.

Meski mendukung kelompok anti-Brexit, Beckham menegaskan, kedua kubu berhak memiliki pandangan berbeda dan semuanya itu harus dihormati. Artinya kata Beckham apapun hasil referendum adalah merupakan hasil konstitusional.

Seperti diketahui, pemilik hak suara di Inggris Raya, pada Kamis (23/6/2016) mulai menggunakan haknya dalam sebuah referendum. Brexit adalah Referendum untuk menentukan posisi Inggris dalam keanggotaan Uni Eropa. (uki/dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *