JAKARTA,PenaMerdeka – Meskipun partai lama masih mendominasi peringkat atas elektabilitas partai saat Pileg 2019 yang nanti berlangsung di Provinsi Banten, tetapi hasil survei Charta Politika menempatkan Partai Gerindra memucaki tingkat keterpilihan masyarakat di Banten.
Dalam survei yang dilakukan pada 23-29 Mei 2018, sejatinya dilakukan juga di provinsi besar di empat wilayah pulau jawa seperti Banten, Jawa Timur, Jawa Barat serta Jawa Tengah.
Soal alasan penempatan survei elektabilitas partai hanya dilakukan di empat provinsi tersebut lantaran disebutkan menjadi wilayah kunci perolehan suara.
Dalam hasil rilis juga dibeberkan soal survei dilakukan kepada 1.200 responden untuk wilayah Jabar, Jateng, dan Jatim. Sedangkan, survei di Banten dilakukan kepada 800 responden menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei +- 2,83%, dengan tingkat kepercayaan 95%.
Untuk di Banten sendiri, partai besutan Prabowo dinyatakan Charta Politika menduduki rangking pertama, kemudian disusul Golkar dan PDIP. Memang berbeda hasil dengan perolehan di Jateng, Jatim dan Jabar, Gerindra masih di bawah Golkar dan PDI-P dan partai lainnya.
Sementara menurut Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Charta Politika menyebut dari hasil itu menandakan cocktail effect atau efek tokoh dalam pilpres berpengaruh pada elektabilitas parpol terjadi di Banten.
“Ketika Prabowo mengungguli Jokowi pada pilpres di Banten, ternyata linier dengan Gerindra yang tingkat pertama. Tetapi Golkar masih di atas PDIP yang masuk di rangking ketiga,” kata Yunarto Wijaya, di Hotel FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).
Tingginya elektabilitas Golkar di Banten, kata Yunarto, bukan karena faktor Pilpres. Namun, karena faktor dinasti Golkar yang cukup kuat.
“Bahkan ketika tertangkap pun, masih anggota keluarganya menang,” ujarnya.
“Partai Golkar menurut saya partai yang menarik. Terlepas siapapun capres-cawapresnya elektabilitas partai itu selalu berada tiga besar. Airlangga Hartarto menang capresnya, dia tiga besar.”
Dia melanjutkan, Masuk penjara atau tidak ketua umumnya, partai berlambang pohon beringin itu tetap masuk tiga besar.
Jadi tandas Yunarto, hal ini jelas bahwa Golkar mengantongi ciri dengan partai infrastruktur. Dia beralasan, saat dilakukan survei secara nasional, alasan utama memilih Golkar itu menarik. Bukan karena tokohnya, tapi karena terbiasa memilih partai itu.
Perolehan Elektabilitas Partai Politik Banten:
Gerindra: 20,6%, Golkar: 15,0%, PDIP: 14,4%, PKS: 7,1%, Demokrat: 5,8%, PPP: 3,9%, PKB: 3,8%, NasDem: 3,3%, Perindo: 3,0%, PAN: 3,0%, Hanura: 0,8%, PKPI: 0,6%, PSI: 0,4%, Garuda: 0,3%, PBB: 0,3%, Berkarya: 0,1%, TT/TJ: 17,6%. (wahyudi)







