WASHINGTON,PenaMerdeka – Ambisi pendiri Microsoft, Paul Allen untuk meluncurkan pesawat terbesar di dunia yang dapat mengirim roket pembawa satelit ke luar angkasa mendekati final.

Melansir dari Business Insider, Stratolaunch, demikian nama kendaraan ini mempunyai dua badan dan kokpit terpisah, dirancang agar meluncurkan roket ke ruang angkasa pada orbit rendah Bumi.

Artinya pesawat terbesar ini bakal meluncurkan roket dari orbit dengan ketinggian 99 mil sampai 1.200 mil di atas permukaan Bumi.

Allen mengungkapkan, tujuan dirinya membangun untuk menyediakan akses yang mudah, bisa diandalkan, dan juga rutin terbang ke orbit rendah Bumi.

Dengan meluncurkan roket ke ruang angkasa dari udara, Stratolaunch diharapkan bakal lebih murah ketimbang peluncuran ruang angkasa yang ada sekarang.

Saat ini, peluncuran roket ke angkasa dilakukan dari Stasiun Luar Angkasa International (International Space Station/ISS) berada di orbit dengan ketinggian antara 205 mil sampai 270 mil di atas permukaan Bumi.

Pemilik Stratolaunch Systems Paul Allen berharap supaya kendaraan ini bisa meluncurkan roket seukuran pesawat ulang alik milik NASA pada suatu hari nanti, menurut Washington Post.

Diketahui, pesawat ini memiliki panjang 238 kaki alias 72,54 meter (1 kaki = 0,30 meter), tinggi 50 kaki atau setara 15,24 meter, dan memiliki enam mesin turbofan berteknologi tinggi. Lebar sayapnya mencapai 385 kaki atau setara 117,34 meter, membuatnya lebih besar dari lapangan sepak bola.

Kendati demikian, ini sebagai pesawat terbesar di dunia yang mengalahkan Antonov AN-225 buatan Ukraina dengan panjang sayap 290 kaki.

Untuk berat, Stratolaunch memiliki bobot 500 ribu pon dengan 28 roda. Dan sejak diresmikan pada bulan Juni 2017, Stratolaunch sudah menjalani serangkaian tes sebelum melakukan penerbangan pertama.

Pada Februari lalu, perusahaan melakukan uji landasan dimana pesawat terbesar ini mencapai kecepatan maksimum 46 mil per jam (mph). Menurut GeekWire, Stratolaunch dijadwalkan bakal melakukan penerbangan pertama pada musim panas tahun ini. (riri/dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *