Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Penjelasan Kelurahan Paninggilan Soal Pengangkutan Sampah DLH Kota Tangerang dari TPA

0 520

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pasca ditutup petugas Tramtib Kecamatan Ciledug, sampah di TPA ilegal Kelurahan Paninggilan dikabarkan bakal diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang.

Dalam pengangkutannya mengunakan alat berat eskavator dan dumptruck supaya tidak memakan waktu lama. Pasalnya sampah yang ada di lokasi itu telah ada sejak 12 tahun silam, hingga saat ini masih dijadikan pembuangan sampah.

Suhanda, Sekretaris Lurah Paninggilan mengatakan, dari hasil kesepaktan mediasi, warga RW 16 Perum Pondok Lakah meminta DLH Kota Tangerang mengangkut sampah tersebut.

“Itu teknisnya mereka yang tahu, tapi jika memang ingin diangkut pastinya harus mengunakan kendaraan berat. Karena warga Perum Pondok Lakah tidak mau kalau ditimbun sampah atau pakai puing atau tanah, katanya bisa mencemari air tanah,” terang Suhanda, Sabtu (15/7/2018) kemarin.

Selain itu, ungkap Suhanda, mediasi itu juga menghasilkan beberapa poin kesepakatan lain, antara warga dengan pihak, DLH, Kecamatan Ciledug dan Kelurahan Paninggilan.

“Poin yang lain adalah, tempat pembuangan sampah sementara di wilayah RW 11 ditutup, masyarakat RW 11 yang membuang sampah dialihkan kepada armada DLH di samping Puskesmas Paninggilan dan apabila jalan tidak bisa dilalui kendaraan berat LH harus mencarikan opsi lain terkait aroma dari sampah tersebut,” jelasnya.

Suhanda juga menghimbau pada warga agar tahan dan tidak mengeluh jika sampah itu sedang diangkut oleh armada petugas.

“Ditimbun tidak mau, mereka tetap minta diangkut maka jika diangkut harus bisa tahan dengan baunya, karena sampah yang ada di bawahnya sudah tertimbun sejak 12 tahun yang lalu,” ujarnya.

Sementara Junaedi, petugas pengawas armada pengangkut DLH Kota Tangerang mengatakan, jika situasi memungkinkan, maka sampah akan diangkut dan dipindahkan.

“Jika dilihat dari kondisi jalan sepertinya trailler pengangkut eskavator tidak akan bisa lewat, tapi kita akan coba dan turuti kemauan warga,” terang Junaedi.

Junaedi melanjutkan, pihaknya akan tetap berusaha sesuai dengan kemampuan dan tupoksinya sebagai pengawas armada pengangkut.

“Kalau tidak bisa, kita akan cari solusi lainnya, mungkin dengan cara menuangkan cairan penghilang bau. Tapi itu ada bagiannya lagi di DLH Kota Tangerang, kalau kami tidak mengerti soal itu,” tandas Junaedi. (hisyam/aputra/ari).

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...