Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Pelayanan RS Permata Bekasi Dianggap Orangtua Pasien Tak Profesional

0 291

KOTA BEKASI,PenaMerdeka – Lantaran putranya tak kunjung sembuh, seorang dokter di RS Permata Bekasi dituding pihak keluarga tidak bekerja secara profesional untuk menangani perawatan pasien.

Hal itu diungkapkan, Desta Lenkaningsih, orang tua pasien, Haqqi masuk UGD akibat menderita panas, saat di RS tersebut putranya tidak mendapatkan pelayanan yang baik.

Setelah dalam ruang perawatan, seorang doktor RS Permata Bekasi, Dr Priyo Anggoro menjelaskan kepada Desta Lenkaningsih bahwa anaknya seperti mengidap diabetes dengan melihat luka-luka di sela jari dan dengkul Haqqi.

“Ini kayaknya diabetes karena lukanya begini dan lama sembuhnya. Nanti kita cek darah, kita lihat gula darahnya. Kalau nanti gulanya tinggi kita rujuk ke RS Hermina, bisa juga nanti harus insulin,” terang Desta Lenkaningsih menirukan ucapan Dr Priyo, Minggu (12/8/2018).

Desta Lenkaningsih menambahkan, hari pertama masuk RS Haqqi dicek darah kemudian hasil laboratorium keluar, gula darah tercatat 140. Menurut Dr Priyo sudah termasuk tinggi sehingga harus mantang makanan tertentu.

“Hari kedua dicek lagi darah Haqqi hasilnya 120 dan hari ketiga dicek hasilnya normal,” jelasnya.

Saat visit Dr Priyo kata Desta Lenkaningsih, bahwa anaknya sebenarnya sudah boleh pulang, karena kalau gula tidak perlu dirawat. Tapi karena masih ada demam Haqqi harus dirawat.

“Di hari ketiga ini kalo siang anak saya ceria, mau makan sedikit tapi susah minum obat. Karena kalau minum obat selalu muntah. Namun kalau pukul 17.00 WIB mulai lesu, panas mulai tinggi 37 derajat, semakin malam semakin tinggi sampai 40 derajat, ngeluh pinggang, punggung sakit, keringat dingin dan mual.”

“Saya cek pakai termometer pribadi dan saya lapor ke suster. Tapi, kata suster balik bertanya soal pemberian obat penurun panas dan mual,” katanya.

Desta kemudian minta penjelasan apakah anaknya harus diambil darah lagi, karena sudah tiga hari anaknya tidak kunjung sembuh malah tambah keluhan. Tapi katanya suster mengatakan tidak perlu lagi ambil darah.

Desta kemudian minta agar menanyakan kepada dokter RS Permata Bekasi apakah perlu ambil darah lagi. Tapi sampai hari keempat perawatan tidak ada jawaban.

“Pada hari keempat anak saya menggigil sampai bibirnya membiru. Langsung saya tanya ke dokter? Anak saya bagaimana, ini kok malah makin parah,” terangnya.

Lalu tambah Desta, dokter menjawab pemberian obat demam, obat nyeri sudah diberikan. Bahkan sudah dua kali diberikan.

Desta minta agar suster RS Permata Bekasi bertanya pada dokter. Anaknya harus dibagaimanakan. Sampai siang tidak ada jawaban. Siang itu juga orangtua Haqqi minta agar anaknya dirujuk ke RS Awal Bross Barat.

“Namun dokter menyarankan agar sore hari saja menunggu dokter visit. Ditunggu sampe magrib dokter belun datang. Ba’da isya suster menjelaskan dokter shalat dulu,” tandasnya. (ewwy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...