Sidang Perakit Senpi di PN Tangerang, Pengacara: Dakwaan Terlalu Dipaksakan

0 442

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada terdakwa kasus perakit Senpi (senjata api) di Cipondoh, Kota Tangerang disebut penasehat hukum terdakwa terlalu dipaksakan.

Pasalnya, dakwaan yang ditujukan kepada Ahmad Rizki Amrullah (44) oleh JPU terkait kepemilikan senjata api dan juga dan dinyatakan sebagai orang yang memproduksi terlalu dipaksakan, karena sudah hampir habis masa tahanan.

Abdul Hamim Jauzie penasehat hukum Rizki mengatakan, dakwaan JPU terhadap kliennya yang didakwa sebagai perakit Senpi, dianggap kuasa hukum sebagai hayalan atau ilusi.

Penasehat hukum beranggapan barang bukti yang ditemukan di rumah Rizki Jalan H Banteng, Gondrong, Cipondoh, Tangerang, hanyalah senapan angin dan peralatan bangunan.

“Dakwaan yang dibacakan JPU pada persidangan pertama kasus perakit senpi kepada terdakwa tidak benar, karena terdakwa hanya membuat senapan angin dan ramset gun (alat untuk memaku beton) yang dijual belikan secara bebas baik online maupun offline,” terang Hamim kepada penamerdeka.com usai persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (27/8/2018).

Hamim menjelaskan, penangkapan Rizki yang dilakukan pihak kepolisian sektor Cipondoh pada tanggal 3 April 2018 terlalu dikaitkan dengan teroris yang beraksi di Surabaya tidak lama sebelum Rizki ditangkap.

“Polisi mengklaim menemukan senjata api dan potasium saat penggerebekan, sehingga Rizki diperlakukan seperti teroris padahal itu hanya ramset gun. Selain itu juga terdakwa pernah membuat kembang api untuk kepentingan tahun baru dengan menggunakan belerang, arang dan karbon yang dijual bebas,” jelas Hamim.

Lebih dalam Hamim mengungkapkan, akan mengajukan para saksi ahli yang mengetahui bahwa alat bukti yang diajukan JPU adalah alat bangunan.

“Pada saat eksepsi nanti, Senin (3/9/2018) kami akan mengajukan saksi ahli diantaranya pekerja bangunan yang secara teknis mengetahui cara kerja dari alat bukti yang diajukan JPU yaitu ramset gun,” ungkapnya.

Hamim menandaskan, akan melakukan upaya-upaya hukum agar kliennya yang didakwa sebagai perakit Senpi mendapat keadilan.

“Kasihan, Rizki dianggap seperti teroris, selama 3 hari rumah klien saya di jaga densus 88, sampai anaknya yang masih kelas 1 SMA enggan bersekolah, karena diejek sebagai anak pembuat bom,” tandasnya. (ari tagor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Pilkada Tangsel 2019
Disarankan
Loading...