Polisi Ringkus Sindikat Pemalsu E-KTP di Tangerang

50

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Sindikat pemalsu (e-KTP) Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang kerap beroperasi di wilayah Tangerang berhasil diringkus polisi. Dari pengakuan pelaku, mereka bekerjasama untuk menggunakan identitas bodong itu untuk melakukan kejahatan.

Diketahui, pelaku berjumlah 3 orang, dua diantaranya pasangan suami-isteri bernama Riswadi (39) dan Sunariah (37). Mereka memesan blanko palsu itu kepada seorang pelaku lainnya, Nurbaiti, di kawasan Jakarta Pusat.

Menurut keterangan polisi, sindikat pemalsu e-KTP itu sering bertransaksi kredit elektronik diberbagai tempat, menggunakan data palsu itu. Bahkan untuk meyakinkan pihak leasing, mereka melampirkan kartu NPWP dan SIM yang juga dipalsukan.

“Data sementara mereka memakainya untuk pengajuan kredit elektronik, dan pengajuan memakai nama yang berbeda-beda dalam identitas itu. Pelaku mengakui bahwa mereka memalsukan pula NPWP dan SIM,” terang AKP Yulis Andripratiwi, Kanit Ranmor Polresto Tangerang Kota.

Sindikat pemalsu e-KTP itu rupanya saling mengenal cukup lama, hal itu diketahui atas keterangan dari Riswadi dan Sunariah yang biasa memesan blanko serta identitas palsu lainnya kepada Nurbaiti.

Setiap blanko KTP kosong dijual kepada Riswadi dengan harga Rp50 ribu. Selanjutnya, blanko itu diolah melalui aplikasi komputer sehingga berisi identitas orang lain.

“Dari pengakuan Riswadi dan Sunariah, mereka beraksi mengenakan identitas palsu itu sudah sebanyak 4 kali, semuanya untuk pengajuan kredit elektronik, ada juga kredit furniture,” kata Yulis.

Kejahatan sindikat pemalsu e-KTP itu terungkap usai pelaku Sunariah mendatangi kantor cabang leasing FIF di Tangcity Mall, Kota Tangerang. Pelaku mengajukan kredit produk elektronik dengan identitas KTP palsu yang telah disiapkannya.

Namun karena wajah Sunariah dicurigai mirip dengan foto dan data-data penipuan yang beredar di grup kantor leasing FIF, pegawai itu lantas memfoto kembali wajah Sunariah, lalu mengirimnya ke grup manajemen leasing.

Saat tim internal melakukan verifikasi, barulah dinyatakan bahwa konsumen itu adalah pelaku yang sama pada penipuan pengajuan kredit sebelumnya.

Pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat luas maupun perusahaan pembiayaan mewaspadai kejahatan serupa. Salah satunya dengan cara memastikan apakah identitas yang digunakan sesuai data yang terekam dalam pita magnetik.

Atas perbuatanya, pelaku sindikiat pemalsu e-KTP sudah mendekam di sel Lapas Kota Tangerang. Keduanya dijerat Pasal 96 Undang-Undang (UU) Kependudukan dan Pasal 378 KUHP. Sedang, pelaku Nurbaiti dijerat Pasal 96a UU Kependudukan. (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tahun Baru Islam
Disarankan
Dwi Nopriandi
Ahmad Jazuli
Loading...