Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Gambaran Ketika Relawan PWI & SMSI Babel Hibur Anak Pengungsi Korban Gempa Sulteng

52

DONGGALA,PenaMerdeka – Begitu banyak bocah korban tak punya dosa akibat gempa dan tsunami yang harus kehilangan orang tua. Adim, salah seorang anak pengungsi yang ikut dalam lomba yang digelar PWI – SMSI Bangka Babel (Babel).

Adim bocah tanpa dosa berusia enam tahun itu itu berlari gembira menyambut uluran balon dari tim relawan PWI – SMSI Bangka Belitung (Babel) sebagai hadiah atas hasil karyanya.

Pada hari itu, Kamis (11/10/2018) kemarin, puluhan anak pengungsi korban terdampak bencana dan tsunami di Desa Marana, Kecamatan Sindue, Donggala, Sulawesi Tengah terhibur. Mereka diajak bermain oleh tim relawan yang datang dari Negeri Laskar Pelangi ini.

Bertempat di lapangan sepakbola yang menjadi lokasi tenda pengungsian berdiri, selain menggambar, bocah-bocah ini juga bermain lempar gelang agar mengasah kerjasama mereka.

Tidak hanya itu, ada juga peran dalam permainan bertema ‘buta, tuli, bisu’. Sorak-sorai bocah dan orang-orang tua yang menyaksikannya membuat suasana bertambah semarak.

Nico Alpiandy, Koordinator Relawan PWI – SMSI Bangka Belitung mengatakan, semua terlihat bergembira. Sejenak melupakan kesedihan musibah gempa yang beberapa hari sebelumnya melanda kampungnya. Aneka permainan ini, dihadirkan relawan PWI – SMSI Bangka Belitung di sesi trauma healing.

“Kita mau adik-adik dan anak-anak kita ini bisa bergembira, bermain bersama. Mereka nggak boleh larut dalam kesedihan,” terang Nico, Jum’at (12/10/2018).

Selain mengajak anak pengungsi itu bermain bersama, Tim Relawan PWI dan SMSI Bangka Belitung, juga membagikan bahan dari kebutuhan bagi pengungsi di pesisir pantai barat Donggala.

“Atas petunjuk rekan kita, Bang Heru dari SMSI Sulawesi Tengah kita menyasar daerah pesisir pantai barat Donggala ini. Barang bantuan pun langsung kita antarkan ke titik-titik lokasi tenda,” tuturnya.

Nico menambahkan, barang yang dibagikan diantaranya berupa dua ton beras serta ratusan terpal. Terdapat juga ratusan paket kebutuhan untuk bayi yang terdiri dari susu, biskuit bayi, diapers, minyak telon, bubur bayi dan tissue basah.

“Bantuan ini kita himpun dari masyarakat di Bangka Belitung. Semoga saudara-saudara kita yang di Sulawesi Tengah yang sedang berduka, bisa segera bangkit termasuk juga anak pengungsi agar tidak trauma,” tambah Nico. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...