Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Usai Penertiban, Satpol PP Kota Tangerang Bantu Relokasi Warga Karang Sari

0 40

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Puluhan kepala keluarga di Kampung Sukamandi, Neglasari, Kota Tangerang direlokasi ke Rumah Susun di Gebang, setelah dilakukan penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang selasa.

Hampir seluruh warga menerima direlokasi ke Rumah Susun Gebang. Kendati sebelumnya, mereka meminta penundaan eksekusi lahan yang nantinya akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan jalan disepanjang sisi saluran induk Cisadane Timur yang menjadi akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

A. Ghufron Falfeli, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang mengatakan, secara teknis, relokasi tersebut dibantu oleh jajaran TNI dan Polri yang dibagi menjadi dua bagian.

“Kelompok pertama membantu warga membongkar sendiri bangunan dan menyelamatkan barang – barang berharganya. Kelompok lainnya menunggu di sekitaran rusun untuk membantu warga dalam memindahkannya,” terang Ghufron dilokasi penertiban, Selasa (16/10/2018).

Menurut Ghufron, penertiban tersebut dilakukan setelah petugas memberikan toleransi terakhir untuk mengosokan bangunan.

“Kami memastikan mereka yang terkena dampak penertiban sepenuhnya akan dibantu satpol PP untuk proses pemindahan barang – barangnya tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Samino, Ketua Forum Warga Sisi Saluran Induk Cisadane Timur mengungkapkan, warga terdampak itu menerima penertiban lahan tersebut. Warga juga menerima di relokasi ke Rumah Susun Gebang.

“Kami sebenarnya dari awal menerima, hanya saja meminta prosesnya yang Humanis. Karena kami butuh melihat kemana kami akan direlokasi,” tutur Samino.

Pantauan di lokasi, puluhan warga pun terlihat membereskan barang-barangnya untuk dipindahkan ke rusun Gebang Raya. Proses pemindahan itu dibantu oleh kendaraan Operasional Satpol PP Kota Tangerang.

“Saat mereka melihat rumah susun di Gebang Raya, 80 persen sudah mau. Akan tetapi karena komunikasi yang engga nyambung jadi seperti itu,” ungkapnya.

Kendati demikian, warga tetap meminta adanya penambahan rusun untuk relokasi 73 Kepala Keluarga lainnya yang belum di relokasi. Pasalnya, warga di sepanjang kali bakal direlokasi bertahap.

“Ini 400 meter, tahap selanjutnya 1500 meter, kalau ini Humanis kedepannya tak ada masalah. Kalau sekarang pemindahan enak, rusun udah jalan, ini udah jalan, cuma kedepan engga, pengrajin tempe yang 10 KK itu harus dipikirkan juga. Bagaimana pemindahan secara tuntas, menyeluruh, Humanis,” tandas Samino. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...